Showing posts with label Mencari Solusi. Show all posts
Showing posts with label Mencari Solusi. Show all posts

Friday, March 25, 2016

Cara Tepat Menyapih Anak

Menyapih anak adakalanya bukan persoalan yang mudah. Disamping karena tak tega dengan rengekan anak, menyapih anak secara mendadak akan membuat payudara sang ibu menjadi bengkak dan nyeri. Untuk itu, agar proses menyapih anak berjalan lancar dan sesuai jadwal diperlukan kiat-kiat tertentu. Apa saja kiat-kiatnya? 

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah pada saat akan mulai menyapih anak, pastikan kondisi anak tidak dalam keadaan sakit. Sakit dalam hal ini tidak saja karena penyakit tertentu, tapi juga sakit karena sehabis imunisasi atau sedang tumbuh gigi. Proses menyapih anak disaat keadaan anak sedang tidak enak akan membuat proses penyapihan menjadi sedikit lebih rumit dan penuh drama.

Hal lain yang tak kalah penting adalah; mulailah dengan bertahap dan perlahan. Penghentian pemberian asi pada anak secara mendadak akan membuat anak menjadi stress dan merasa diabaikan. Caranya dengan mengurangi frekwensi pemberian ASI, terutama pada siang hari. Karena pada siang hari, fokus anak lebih mudah dialihkan ke hal lain. Pada tahap ini, ibu bisa mengalihkan anak pada ASI bisa dengan mainan, dan bisa juga dengan makanan. Disamping untuk mengalihkan, pemberian makanan pada si kecil akan mengajarkan sesuatu yang baru, seperti rasa, bentuk dan juga tekstur pada makanan pendamping ASI.  

Hindari mengolesi wilayah sekitar payudara dengan mengkudu, bratawali, obat merah atau menutupnya dengan plester, karena itu hanya menakut-nakuti anak dan mengajarkan yang tidak baik. Sebaiknya masa penyapihan ini dilakukan dengan cinta dan kasih sayang, agar anak tahu bahwa ibunya tetap menyayanginya meskipun sudah tidak memberikannya ASI. Tunjukan hal itu pada anak dengan belaian, pelukan serta kecupan. Dan yang terpenting, kuatkan tekad Anda, karena keraguan hanya akan mempersulit proses penyapihan.       

Jika si kecil susah untuk dialihkan pada makanan pengganti ASI dan tetap merengek minta menyusu, tunggulah si kecil lapar. Biasanya si kecil akan lebih mudah diajak berkompromi pada saat mereka terdesak. Misalnya saat mereka lapar, biasanya alternatif lainnya akan lebih mudah diterima. Biasanya dalam kondisi lapar, dia akan mudah dibujuk. 

Jika bayi biasa menyusu sebelum tidur, cobalah untuk menidurkannya tanpa disusui secara bertahap. Ciptakan ritual menyenangkan lain sebelum tidur, seperti membacakan dongeng atau mendengarkan musik. Buat dia merasa nyaman dengan tetap memeluk atau membelainya. Peluk dan sentuh anak lebih sering agar dia tidak merasa diabaikan setelah tidak disusui. 

Demikianlah tips yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat.

Thursday, February 25, 2016

Tips Untuk Mempersiapkan Pendidikan Anak

Pendidikan anak adalah salah satu kewajiban orang tua. Tak berhenti di situ saja. Ada kata “terbaik” yang bakal mengikuti kata “pendidikan”, sehingga “pendidikan terbaik” bagi anak pun menjadi salah satu tanggung jawab orang tua. 

Pada satu sisi, jangan memandang anak sebagai aset apalagi investasi untuk kita selaku orang tua, tapi di sisi lain, anak juga merupakan tanggung jawab kita dan sekaligus juga orang yang paling bisa kita andalkan di hari tua kita. Jadi, memberikan pendidikan terbaik untuk anak adalah keniscayaan kita selaku orang tua, agar kelak dikemudian hari masa depan mereka lebih cerah. 

Jadi, pertanyaannya kemudian adalah, sudahkah Anda mempersiapkan masa depan anak-anak kita dengan membekali mereka pendidikan yang terbaik? Memang, sudah menjadi rahasia umum bahwa pendidikan yang baik itu mahal. Maka tentu jika kita tidak mempersiapkannya dari sekarang, Anda selaku orang tua akhirnya terjebak pada persoalan sebagian orang tua; membekali anak-anak kita dengan pendidikan yang alakadarnya.

Barangkali semua dari kita tahu, bahwa tiap tahunnya biaya pendidikan selalu mengalami kenaikan yang signifikan. Jika dihitung rata-rata berdasarkan tren yang terjadi di tahun-tahun kebelakang, kenaikannya bisa mencapai 20% per tahun, yakni rata-rata melebihi tingkat inflasi, yang menjadi salah satu parameter kenaikan gaji, bila Andaseorang karyawan.

Untuk itu, agar tak keteteran di kemudian hari, persiapkan diri Anda sejak jauh-jauh hari mengenai biaya pendidikan anak ini. Hal-hal krusial yang perlu Anda persiapkan dalam hal pendidikan anak ini adalah antara lain sebagai berikut: 

1. Tentukan kemana anak Anda akan bersekolah; Menentukan sekolah anak sejak dini, bahkan kalau perlu sejak mereka belum lahir adalah hal yang paling penting dalam mempersiapkan pendidikan anak. Disamping mutu pendidikan di sekolah tujuan, dengan mengetahui tujuan sekolah anak, Anda sudah bisa mulai mengkalkulasi jumlah biayanya dan kemudian menggali sumber dana yang ada untuk mencapai tujuan itu.

2. Hitung secara rinci biaya per jenjang pendidikan; Menghitung secara rinci per jenjang akan memudahkan Anda untuk mengumpulkan uang yang dibutuhkan sebelum anak memasuki jenjang pendidikan yang dimaksud. Contoh mudahnya adalah, apabila Anda ingin anak Anda masuk ke TK favorit, maka Anda bisa mulai menghitung berapa biaya pangkalnya + biaya bulanannya. Jadi bila Anda menabung saat usia anak masih nol bulan, maka Anda punya kesempatan selama empat tahun untuk mengumpulkan dana tersebut. Bersamaan dengan persiapan dana TK, persiapkan juga dana untuk masuk SD.  

3. Evaluasi lagi apakah arah Anda sudah on the track; Lakukan evaluasi tahunan untuk mengecek apakah arah Anda dalam mengumpulkan dana pendidikan sudah benar. Maksudnya, rutinlah meng-update biaya-biaya tersebut, lalu bandingkan antara kebutuhan dan hasil yang Anda dapatkan, apakah mampu mengejar target biaya yang sebelumnya Anda tetapkan. Kalau tidak, segera hitung ulang dan beraksi.

4. Manfaatkan instrumen investasi; Tabungan atau asuransi pendidikan adalah dua produk keuangan yang saat ini sangat populer di masyarakat. Tapi, pertanyaannya adalah apakah benar kedua produk itu bisa menjamin pendidikan terbaik untuk anak? Namun jawaban dari pertanyaan itu, menurut Aidil Akbar, financial planner AFC, adalah TIDAK! Aidil beranggapan bahwa kedua produk keuangan tersebut tidak mampu memberikan hasil yang mencukupi bagi kebutuhan pendidikan terbaik anak. Dia menyarankan agar Anda mulai melirik instrumen investasi, minimal reksadana.

Saturday, February 6, 2016

Memahami Manfaat Imunisasi Melalui Komik

Beberapa tahun belakangan, kita dibuat bingung dengan adanya gerakan anti vaksin yang menganggap bahwa vaksin itu tidak ada gunanya dan malah berbahaya. Dalam propagandanya, kelompok yang mengatasnamakan gerakan anti vaksin itu mengatakan bahwa vaksin menyebabkan anak-anak cenderung berisiko menyandang autisme, dan lain sebagainya.

Klaim ini tentu saja tidak benar, tapi karena kadung dipercaya oleh sebagian kecil orang, akibatnya Penyakit-Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) yang seharusnya sudah terbasmi sepenuhnya kembali muncul.

Untuk itu, agar lebih memahami seluk-beluk imunisasi, saya bagikan satu komik karya Maki Naro yang membahas soal manfaat imunisasi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Oh iya, komik ini sudah dialih bahasakan kedalam bahasa Indonesia oleh Savrina Tanjung Prabandari dan diposting di facebook beliau.

Selamat menyimak, dan semoga bermanfaat..


















Monday, November 16, 2015

Pertolongan Pertama Jika Anak Tersiram Air Panas atau Minyak Panas

Anak-anak seringkali tidak mau diam dan selalu tertarik dengan sesuatu. Salah satu perabot rumah tangga yang seringkali menarik perhatian anak adalah kran dispenser. Mereka kadang tak tahu kalo kran dispenser ada yang berisi air panas, dan akhirnya air panas itu bisa melukai tangan atau bagian tubuh lainnnya. Atau si anak kerap ngerecoki mamahnya memasak dan akhirnya bisa tersiram minyak goreng panas. Lalu bagaimana jika anak kita tersiram air panas atau minyak goreng panas? Bagaimana pertolongan pertamanya?

Ada beberapa mitos yang berkembang dikalangan ibu-ibu bahwa jika kulit tersiram air panas atau minyak goreng panas maka harus segera diolesi dengan pasta gigi, mentega, kecap, dan bahan-bahan rumah tangga lainnya. Tepatkah? Cara ini benar-benar salah. Bukannya luka jadi membaik, tapi malah memperparah luka dan bisa menimbulkan infeksi.

Lalu, pertolongan pertama bagaimanakah cara yang tepat untuk menangani luka bakar? Caranya adalah dengan mengaliri kulit luka bakar dengan air sejuk yang mengalir selama 15 sampai 20 menit. Bisa langsung dari kran, atau disiram perlahan menggunakan gayung. Yang penting air mengalir yang sejuk. Penjelasan ilmiahnya adalah karena jika panas dimasukkan ke air yang dingin akan membuat panas menjadi dingin sehingga tidak terjadi pelebaran pembuluh darah dan kulit tidak menjadi menggelembung.

Itu adalah pertolongan pertama yang harus dilakukan ketika anak mengalami luka bakar. Barulah setelah itu luka bakar diolesi dengan salep khusus luka bakar (contohnya bioplacenton) dan ditutup dengan kain kasa yang steril. Jika terasa sakit, bisa diberikan obat pereda rasa sakit. Adapun, setelah dilakukan pertolongan pertama, ibu barulah mengenali luka bakar pada anak tersebut masuk dalam derajat luka bakar yang mana, karena menurut dokter, luka bakar itu terdefinisi menjadi 3 derajat, yakni:  
  1. Derajat 1, lukanya hanya kulit luar. Bentuknya merah, terasa nyeri, dan tidak ada reaksi lain. Proses penyembuhan 3-6 hari,
  2. Derajat 2, timbul seperti melepuh, di mana ada gelembung cairan. Proses penyembuhan 3 minggu.
  3. Derajat 3, luka bakar sampai kulit jangat atau dermis. Biasanya ciri-cirinya kering dan berwarna putih keabu-abuan. Jika lebih anak-anak mengalami luka jenis ini sampai 7,5 persen maka harus dirawat, karena perlu antibiotik dan cairan.

Nah, Untuk kasus luka bakar derajat 3 harus segera dibawa ke rumah sakit guna penangan lebih lanjut karena dikhawatirkan terjadi dehidrasi dan infeksi luas.

Demikian penjelasan singkat mengenai penanganan pertama ketika anak tersiram air panas atau minyak goreng panas. Semoga bermanfaat.

Monday, May 6, 2013

Tips Mengurangi Mual Saat Hamil


Kalau boleh memilih, tentu semua calon ibu memilih hamil tanpa mual dan muntah. Sayangnya, mual atau tidak mual bukan kondisi yang bisa diciptakan dengan mudah, karena berhubungan dengan fisiologi tubuh calon ibu. Setiap tubuh wanita berbeda, itu pula yang membuat setiap kehamilan jadi berbeda. Mirip kondisi wanita selagi menstruasi - ada yang disertai sakit perut, ada yang tidak -  demikian pula kehamilan, ada yang disertai mual, ada yang tidak.

Kehamilan dengan atau tanpa mual, sama normalnya. Tidak mual selama hamil bukan indikasi bahaya bagi kehamilan atau janin. Kehamilan tanpa mual pun dapat berjalan aman dan tanpa komplikasi, sama seperti kehamilan dengan mual.

Yang bisa diupayakan calon ibu, menurut para ahli, adalah mengurangi mual, namun bukan menghilangkan sama sekali. Caranya:

  1. Makan sedikit-sedikit tapi sering dan tepat waktu. Lima kali makan lebih baik daripada tiga kali, karena jika perut sempat kosong, akan memicu mual.
  2. Makan saat baru bangun tidur, karena saat tidur biasanya kadar gula di dalam darah turun. Letakkan makanan ringan seperti biskut kering (rendah lemak) di sisi tempat tidur. Saat bangun, makan beberapa biskuit dan duduk di pinggir ranjang 20 – 30 menit sebelum berdiri.
  3. Pilih makanan tinggi protein dan karbohidrat.
  4. Hindari makanan berlemak, asam dan banyak bumbu.
  5. Banyak minum. Tapi hindari terlalu banyak minum saat makan. Minumlah di antara jam makan. Jumlah ideal, 10-12 gelas sehari.
  6. Yoghurt mengandung vitamin B yang membantu mengurangi rasa mual.
  7. Hiruplah wangi lemon! Anda dapat juga menambahkan potongan lemon dalam air minum ataupun teh Anda.
  8. Jahe juga ampuh melawan mual, sudah dikenal oleh nenek moyang kita sebagai obat tradisional saat hamil.
  9. Konsumsi suplemen vitamin B, konsultasikan dulu ke dokter kandungan.
  10. Makan snack anti-mual seperti pisang atau buah-buahan kering (misalnya anggur kering atau sultana).
  11. Anggur dan melon membantu tubuh mendapat cairan tanpa rasa nek.
  12. Jangan minum kopi, cola ataupun minuman berkafein lainnya.
  13. Sediakan waktu bersantai. Bertukar cerita dan pengalaman bersama para calon ibu lainnya pun dapat membantu Anda terlepas dari stres yang bisa memperparah mual.
  14. Banyak hirup udara segar dan bergerak.
  15. Mendengarkan CD Anti Mual. Cara kerjanya, lagu-lagu di dalam CD ini memiliki irama dan frekuensi tetentu yang bisa "memutus" jalur pengiriman rangsang mual dari otak ke sistem pencernaan. Berlabel Morning Well, CD itu sudah dipasarkan di  AS, Inggris, Prancis, Australia dan Singapura.


Sumber: Majalah Ayah Bunda

Friday, September 14, 2012

Dampak Buruk Televisi Bagi Anak

Banyak acara televisi di Indonesia yang tidak mendidik, itu sudah menjadi rahasia umum. Tapi, dari sekian banyaknya tayangan “sampah” di televisi, itu biasanya tayang pada jam-jam saat anak-anak kita menonton televisi. Dan takukah Anda, bahwa otak anak memiliki kemampuan sangat cepat untuk mengingat dan meniru sesuatu. Berbagai hal yang disampaikan pada anak, baik melalui penglihatannya maupun pendengarannya, akan dengan mudah dicerna otaknya. Dan televisi yang merupakan gabungan antara bahasa visual (penglihatan) dan pendengaran sekaligus, adalah salah satu media yang paling mudah mempengaruhi sekaligus mencemari otak anak-anak kita. Tidak heran saat ini orang tua mulai dituntut untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih tayangan televisi yang ditonton anak-anak agar tidak berdampak negative terhadap perkembangan anak.

 Acara televisi memiliki daya informasi yang luar biasa kuat kepada anak-anak, karena hampir 90% waktu anak dihabiskan di rumah dan menonton televisi. Nah, disamping dari tayangan televisi yang kadang tak mendidik, juga ada dampak-dampak lain yang menyertai, terutama pada kesehatan anak, jika terlalu lama menonton televisi. Dibawah ini adalah beberapa dampak buruk bagi anak-anak yang dihasilkan dari terlalu seringnya menonton televisi yang disarikan dari beberapa sumber:
  • Beberapa waktu lalu ramai diberitakan sejumlah anak menjadi korban efek dari program Smack Down yang ditayangkan di salah satu stasiun swasta. Anak-anak yang terlalu sering menonton acara itu meniru apa yang dia lihat. Mereka saling banting dan adu jotos dengan teman-temannya meniru acara Smack Down yang mereka tonton, dan berujung pada kematian.
  • Lain halnya di Jepang, diberitakan bahwa sejumlah anak (jumlahnya tak tanggung-tanggung sekira 1.523 anak) di sana dilaporkan mengalami mual-mual karena terlalu lama menonton acara kartun Pokemon edisi Computer Warrior Porigon produksi tahun 1997 yang memang sedang booming saat itu. Dan menurut tim medis yang memeriksa kasus ini, gejala itu akibat efek dari sinar warna merah yang menyilaukan yang terpancar dari mata tokoh Pikachu.
  • Dalam sebuah seminar, dokter ahli gizi, Endang Darmoutomo mengungkapkan bahwa anak yang terlalu lama menonton tivi akan mengalami obesitas sebesar 2%. Ini karena anak-anak pada saat menonton televisi cenderung pasif dan banyak mengemil.
  • Dokter spesialis anak, Hardiono D. Pusponegoro, lain lagi. Beliau mengungkapkan hasil penelitian Hancox RJ. Association of Television Viewing During Childhood with Poor Educational Achievment menyebutkan bahwa menonton tivi pada anak dibawah usia tiga tahun memberi dampak penurunan IQ. Menurut beliau, otak anak memiliki fungsi merencanakan, mengorganisasi, mengurutkan perilaku untuk kontrol diri, konsentrasi atau atensi, dan menentukan baik atau tidak. Dan semua sensor itu akan berkembang di pusat otak korteks prefrontal pada masa anak-anak hingga remaja. Dan tayangan televisi yang tidak baik pada dasarnya akan menghambat perkembangan otak ini karena organ ini akan kehilangan kesempatan mendapat stimulasi dalam hubungan sosial dengan orang lain , bermain kreatif, dan memecahkan masalah.
  • Anak-anak yang hanya menonton televisi tidak mengalami perkembangan imajinasi dan perkembangan otaknya secara lebih baik dibandingkan dengan membaca buku.
Tapi meskipun berderetnya dampak buruk dari televisi terhadap anak, bukan berarti anak-anak sama sekali tidak boleh menonton televisi. Toh ada beberapa tayangan televisi yang sedikit memberi dampak positif pada perkembangan anak, selama tayangannya masih proporsional. Dan peran orang tua dalam membimbing anak-anak (parenting) adalah hal yang paling penting. Efek buruk apapun yang disimak anak-anak akan dengan mudah dikontrol apabila ada bimbingan dari orang tua. Jadi, kalau anak sudah mendapatkan bekal yang bagus dari orang tua maka otomatis anak bisa memfilter berbagai informasi itu dan mereka tetap menjadi anak yang tidak meniru secara mentah tayangan televisi.

Friday, September 7, 2012

Pembiayaan Hidup Anak Pasca Perceraian


Dampak perceraian memang sangat luas, terlebih bagi pasangan yang sudah dikaruniai anak. Adakalanya, pasca perceraian, ketika hak asuh anak jatuh pada sang ibu, ayah lantas begitu saja meninggalkannya tanpa memberi nafkahnya lagi, terutama untuk anaknya yang notabene meskipun sudah bercerai dan hak asuh anak jatuh pada mantan istri, tetap saja tak serta merta sang ayah lantas tak lagi punya kewajiban untuk memberi nafkah bagi anak-anaknya.

Jika keadaannya seperti itu, maka sudah dipastikan ibu yang dalam hal ini mantan istri akan kelimpungan untuk menghidupi anak-anak hasil perkawinannya yang kandas. Iya kalau dia sebelumnya memiliki pengalaman untuk mencari nafkah, atau bekerja meskipun sudah bersuami, kalau tidak punya pengalaman sama sekali dan total hanya menjadi ibu rumah tangga selama perkawinan dan menggantungkan sepenuhnya pada suami sebagai pendonor keuangan keluarga, maka tentu itu akan sangat menyulitkan baginya.

Inilah beberapa aturan pokok mengenai hak asuh dan pembiayaan hidup anak menurut hukum pernikahan jika perceraian terjadi dan pasangan yang bercerai telah dikaruniai anak. Dan beberapa lainnya adalah hal-hal yang harus dilakukan oleh single parent pasca perceraian:

1. Jika sebuah perkawinan kandas di tengah jalan dan pasangan yang bercerai tersebut telah dikaruniai anak maka, baik ibu maupun bapaknya sama-sama memiliki kewajiban untuk membesarkan, memelihara, memberi nafkah dan mendidik anak mereka, bukan saja karena mereka pernah memiliki ikatan perkawinan, tapi hal itu semata-mata dilakukan demi kepentingan si anak.   

  • Bapak yang bertanggung jawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan si anak, apabila kemudian si bapak dalam kenyataannya tidak dapat memberi kewajiban tersebut, pengadilan dapat menentukan bahwa ibu ikut memikul biaya tersebut. (hukum positif –> berdasarkan pasal 41 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan).
  • Menurut pasal 149 huruf d juncto pasal 156 huruf d KHI berdasarkan Inpres Nomor 1 Tahun 1991), bahwa  Bapak tetap berkewajiban memberi nafkah untuk anak menurut kemampuannya, sekurang kurangnya sampai anak tersebut dewasa dan dapat mengurus dirinya sendiri (21 tahun). (Penegasan dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI)
  • Istri dapat dibenarkan meminta kepada suami untuk tetap memberikan nafkah kepadanya untuk jangka waktu tertentu pasca perceraian, melalui mekanisme pengadilan.


2. Lantas bagaimana jika dalam perceraian itu telah dibagi harta gono-gini? Pembagian harta gono-gini tidak serta merta menggugurkan kewajiban sang ayah untuk tetap membiayai kehidupan anaknya! Mengacu pada sistem hukum (baik hukum positif maupun hukum Islam), maka tidak ada “letak khusus” biaya untuk anak-anak yang orang tuanya bercerai dalam harta gono gini. Redaksi dari kedua peraturan perundang-undangan di atas sudah sangat jelas. Yang paling wajib untuk membiayai penghidupan si anak dari hasil perkawinan mereka adalah si bapak, baru kemudian apabila si bapak benar-benar tak dapat membiayai penghidupan anaknya dengan alasan-alasan tertentu seperti  misalnya cacat fisik yang menyebabkannya tak dapat mencari nafkah maka barulah si ibu dapat memikul biaya tersebut. Jadi walaupun harta gono gini telah dibagikan kepada bekas istri dan suami, tidak lantas menggugurkan kewajiban si bapak untuk memberi nafkah.

3. Biaya bagi anak meliputi seluruh kebutuhan hidupnya, sehingga seluruh hak-hak si anak dapat terjamin dengan baik yaitu hak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan.

4. Mantan suami istri dapat membuat kesepakatan bersama untuk bisa saling mengawasi dan memelihara investasi yg sudah berjalan demi kepentingan si anak. Jika diperlukan perjanjian dapat dibuat dalam bentuk akta notariil. Tujuannya adalah apabila salah satu pihak mengingkari kewajibannya, maka pihak yang ingkar dengan kewajibannya itu dapat dituntut di muka pengadilan beradasarkan pada ketentuan pasal 1365 (Perbuatan Melawan Hukum) dan atas dasar wanprestasi, karena jelas ia melanggar ketentuan yang telah diatur dalam undang-undang perkawinan khususnya pasal 41. Dan atas pelanggaran tersebut akan ada konsekuensi hukum, karena hukum bersifat memaksa.

Tindakan-tindakan preventif tersebut mutlak dilakukan untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak terduga apabila terjadi perceraian. Salah satu tindakan preventif yang dapat dilakukan adalah membuat suatu perencanaan keuangan keluarga sehingga anak tetap dapat terpenuhi kebutuhannya hingga selesai pendidikan tertinggi dan dapat mandiri secara financial.


______
Sumber gambar diambil dari majalah Femina

Tuesday, September 4, 2012

Potensi Keberhasilan dan Resiko Program Bayi Tabung

Bayi tabung adalah suatu teknik proses reproduksi dimana terdapat campur tangan manusia yakni dengan cara mempertemukan sel telur matang dan siap dibuahi dengan sperma di luar tubuh manusia (in vitro fertilization/IVF). Teknik ini menjadi alternative  bagi pasangan suami istri yang begitu mendapatkan momongan tapi sulit hamil. Dan karena untuk menjalani program bayi tabung ini memerlukan biaya yang tak sedikit, dan adakalanya juga menuntut pengorbanan-pengorbanan lainnya baik itu secara fisik maupun psikologis, ,maka ada baiknya sebelum Anda memilih untuk menjalani program bayi tabung ini, terlebih dahulu memahami prosedur, keuntungan, peluang terjadinya kehamilan dan juga resiko yang harus ditanggung selama menjalani program ini. Hal ini penting guna mempermudah dan menambah kesiapan mental, baik itu bagi sang calon ibu maupun calon bapak. 

Bagaimanapun, meski teknologi dan peralatan kedokteran yang dipakai untuk membantu terjadinya kehamilan pada program bayi tabung ini dinilai sudah sangat mutahir, ,namun bukan berarti tanpa kegagalan dan jresiko sama sekali. Ada banyak factor yang menentukan berhasil atau tidaknya program bayi tabung, yang diantaranya adalah usia wanita, cadangan sel telur, lamanya gangguan kesuburan yang dialami pasangan, riwayat ada atau tidaknya kehamilan sebelumnya, derajat kelainan, sarana dan fasilitas teknologi laboratorium, ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh tenaga medis klinik bayi tabung.

Dan dari sekian factor yang menentukan tersebut, factor yang paling penting adalah usia calon ibu. Pada usia kurang dari 30 tahun angka keberhasilannya 35-45 persen, pada usia 31-35 tahun peluang untuk terjadinya kehamilan 30-45 persen, pada usia 36-40 tahun peluang terjadinya kehamilan 25-30 persen dan pada usia lebih dari 40 tahun peluangnya 10-15 persen.

Lantas, apa saja resiko yang mungkin timbul akibat dari program bayi tabung ini, terutama bagi sang calon ibu dan bayinya. Setidaknya ada lima hal yang dapat dicatat di sini yang merupakan resiko umum dari program kbayi tabung ini. Apa saja resikonya?

  1. Terjadinya stimulasi indung telur yang berlebihan dan memungkinkan untuk terjadinya penumpukan cairan di rongga perut yang menimbulkan efek samping berupa rasa kembung, mual-mual, muntah, dan hilangnya selera makan. Tapi dengan beberapa perawatan khusus dan dibantu oleh dokter ahli, biasanya efek samping ini dapat dihindari atau setidaknya dapat diminimalisir.
  2. Saat pengambilan sel telur dengan jarum memiliki resiko yang fatal bila tidak hati-hati dan ditangani oleh dokter yang benar-benar ahli seperti misalnya terjadi pendarahan hebat, infeksi, dan juga kemungkinan mengenai kandung kemih, usus dan pembuluh darah. Tapi, dengan persiapan yang matang dan ditangani oleh dokter yang memang ahlinya, dan juga dengan bantuan teknologi ultrasonografi, keadaaan tersebut diyakpini tak akan terjadi.
  3. Risiko kehamilan kembar lebih dari 2 (dua) akan meningkat dengan banyaknya embrio yang dipindahkan ke dalam rahim.  Hal ini akan memberikan risiko akan persalinan prematur yang memerlukan perawatan lama. Dengan mempertimbangkan usia istri dan pembatasan jumlah embrio yang akan dipindahkan ke dalam rahim dapat mengurangi risiko tersebut.
  4. Tak seperti kehamilan alami yang lebih kuat, kehamilan dari program bayi tabung ini sangat rentan dengan keguguran di luar kandungan. Melalui pemberian hormon dan pemindahan embrio dengan panduan ultrasonografi, keadaan tersebut diharapkan tidak terjadi 
  5. Dan yang terakhir, risiko lain yang timbul dapat berupa biaya yang dikeluarkan, kelelahan fisik, dan stres emosional dalam menyikapi antara harapan dan kenyataan yang terjadi selama mengikuti bayi tabung.

Dari paparan singkat di atas mengenai prosedur, potensi keberhasilan terjadinya kehamilan, dan juga resiko yang mungkin mengintai dari program bayi tabung ini diharapkan pasangan yang sudah bersepakat memutuskan untuk menjalani program bayi tabung, dapat mempermudah dan menambah kesiapan mental, baik itu bagi sang calon ibu maupun calon bapak.

Thursday, August 2, 2012

Tips Agar Si Kecil Tak Susah Makan

Adakalanya si kecil susah makan, dan lebih suka ngemil. Padahal untuk usianya makanan yang baik merupakan pendukung utama pertumbuhannya. Lalu bagaimana agar si kecil tak susah makan? Beberapa trik berikut dapat Anda terapkan agar si kecil tak lagi susah diajak makan.
  • Hargai selera makan si anak. Anak-anak, secara alami hanya akan makan ketika ia lapar. Jangan pernah memaksanya untuk makan ketika ia belum lapar. Apalagi dengan memaksanya dan atau memberinya hukuman ketika ia tak menghabiskan makanannya.
  • Jadwalkan jam makannya. Setiap hari Anda harus menjadwal jam makannya sesuai rutinitas makannya. Pastikan juga Anda tak memberikan makanan lain seperti susu, cemilan dan sebagainya sejam menjelang jam makannya tiba, agar bila jam makannya tiba, anak-anak benar-benar sedang dalam keadaan lapar.
  • Jangan memaksanya untuk menghabiskan makanan dengan porsi yang terlalu banyak. Secara alami anak Anda memiliki takarannya sendiri seberapa baniyak makanan yang bisa dihabiskannya. Toh kalaupun anak Anda merasa kurang secara otomatis dia akan meminta sendiri untuk menambah porsi makannya.
  • Hindari suasana serius, tapi santai. Caranya mudah saja, matikan televisi, singkirkan mainan anak, siapkan kesabaran, dan daya kreatifitas Anda. Lalu ajak si kecil untuk mengenal warna, bentuk, dan kegunaan makanan yang diasupnya. Anda bisa melakukannya sambil mendongeng untuk mengajak buah hati mengetahui kegunan makanannya, dan happ… makanan pun masuk mulutnya perlahan-lahan.
  • Sajikan manana yang menarik di mata si kecil. Ini hanya butuh sedikit kreatifitas saja. Anak-anak cenderung menyukai bentuk-bentuk yang lucu dan warna-warna yang cerah. Untuk warna Anda bisa menyajikan irisan wortel, jagung atau tomat dalam makanan si kecil. Sedangkan untuk bentuk, Anda bisa membuat makanan dengan bentuk yang lucu seperti misalnya, telur mata sapi yang di beri bentuk muka dengan tambahan mata dan mulut dari tomat atau timun.
  • Libatkan anak. Sesekali ajak buah hati Anda untuk membantu memilih bahan makanan di pasar atau super market. Ajaklah untuk mengambil sayur atau buah yang hendak diolah sebagai sajian makanannya. Setiba di rumah ajak si kecil untuk membersihkan bahan makanan dan membantu menyediakan tempat sajian. Hal tersebut niscaya dapat membantu anak Anda bersemangat menyantap hidangannya.
Selamat mencoba dan semoga momok anak yang susah makan alias picky eater tak lagi menghantui pikiran Anda. Bayangan buah hati tercinta kekurangan nutrisi maupun mudah terserang penyakitpun segera lenyap dari benak Anda. Semoga berhasil.

Harga Diri Pada Anak

Salah satu tolak ukur bahwa pengasuhan orang tua terhadap anak telah efektif adalah bila anak mampu mengembangkan harga diri yang sehat. Banyak masalah perilaku muncul pada anak berawal dari rasa harga diri yang rendah. Seperti disebutkan di sini, antara lain, perilaku terus menerus merasa diri tak mampu belajar, menuntut perhatian yang berlebihan dari orang lain, berbohong, atau justru tampil berlawanan seperti suka menyombongkan diri dan senang menyakiti hati orang lain. Harga diri (self-esteem) bukan sekedar berarti seberapa besar kita menyukai diri kita. Menurut Bettie Youngs dalam bukunya, How to Develop Self-Esteem in Your Child (1991), harga diri adalah suatu gambaran mengenai kombinasi nilai pribadi yang dipersepsikan oleh seseorang.

Harga diri merupakan kecenderungan untuk mengalami bahwa diri kita layak merasakan kebahagiaan, kesehatan dan kesejahteraan, rasa hormat, persahabatan, cinta, prestasi, serta kesuksesan. Sementara itu, Nathaniel Branden (dalam buku yang sama) melihat harga diri sebagai jumlah terintegrasi dari self-efficacy dan self-respect. Self-efficacy diartikan sebagai keyakinan pada kemampuan pada diri untuk berpikir kemudian menilai, memilih, dan memutuskan. Dengan kemampuan ini seorang anak dapat mengetahui dan memahami kepentingan ataupun kebutuhannya. Pengalaman self-efficacy menghasilkan rasa kendali atas kehidupan pribadinya. Self-respect berarti dukungan terhadap nilai-nilai seseorang. Merupakan sikap afirmatif terhadap hak untuk hidup dan bahagia, menuju kebebasan untuk menyatakan pikiran, keinginan, dan kebutuhannya. Pengalaman ini memungkinkan seseorang untuk saling memperhatikan dengan orang lain dan memungkinkan rasa tenang dalam berhubungan dengan mereka. Self-efficacy dan self-respect merupakan pilar ganda dari harga diri yang sehat. Jika salah satu tidak ada, harga diri menjadi terganggu.  

Pentingnya harga diri
Setiap orang ingin tahu bahwa dirinya mampu mengatasi berbagai tantangan hidup. Harga diri penting untuk kelangsungan hidup manusia secara psikologis, merupakan kemampuan untuk mendefinisikan siapa dirinya, kemudian memutuskan apakah dia menyukai identitasnya atau tidak. Lebih lanjut Youngs mengatakan, harga diri adalah pusat dari apa yang kita hasilkan dari kehidupan kita—menunjukkan kesetiaan dalam mengembangkan pribadi kita dan kepedulian terhadap orang lain. Merupakan inti dari apa yang akan kita capai dalam perjalanan hidup kita. Mungkin tidak ada yang dapat mempengaruhi kesehatan dan energy, ketenangan pikiran, penetapan tujuan hidup dan pencapaiannya, kebahagiaan batin kita, kualitas hubungan kita, kompetensi, kinerja, serta produktivitas, sebanyak kesehatan harga diri kita. Karena harga diri sangat penting bagi ikthiar manusia, kita perlu tahu bagaimana kita, sebagai orang tua, dapat mengasuh dan membantu anak-anak kita mengembangkan rasa diri yang akan menghasilkan kekuatan mental dan motivasi, menciptakan keinginan untuk sukses dan unggul, serta mengaktualisasikan potensi yang ada. Ini merupakan salah satu peran paling penting sebagai orang tua. Harga diri mempengaruhi segala sesuatu yang kita lakukan dan katakan karena perilaku kita konsisten dengan gambaran mental yang kita pegang dari diri kita sendiri. Hal ini berlaku untuk anak-anak ataupun untuk orang dewasa.

 Peran orang tua
Kita harus merasa mampu dan berarti dalam hidup ini. Pada anak-anak, kebutuhan ini lebih kuat karena mereka meyakini bahwa mereka hanya mempunyai sedikit kontrol atas kehidupan mereka. Anak kecil, misalnya, akan makan makanan yang telah disajikan, dan pergi ke tempat mereka di bawa oleh ibu dan ayahnya atau mengerjakan tugas yang diminta oleh guru. Karena itu, perlu ada cara untuk mengembangkan perasaan tersebut, salah satunya adalah membuat anak memiliki tujuan. Hal ini tentunya disesuaikan dengan usia dan kondisi anak. Sebagai orang tua, mengajarkan anak keterampilan untuk menetapkan tujuan dapat dimulai dengan menunjukkan bagaimana mengidentifikasi apa yang penting bagi dia kemudian mengembangkan rencana untuk mencapai tujuannya. Bahkan jika tujuan tersebut tidak segera tercapai karena berjangka panjang (memikirkan sepuluh tahun lagi ingin menjadi penyanyi professional), orang tua perlu terus memberi perhatian, memantau, dan menerima apa yang mereka telah perbuat serta capai. Menjadi tanggung jawab orang tua untuk memotivasi anak-anak dalam penetapan tujuan mereka karena, dengan melihat terpenuhinya tujuan-tujuan tersebut, anak akan membangun kepercayaan dan keyakinan diri, yang pada gilirannya membuat harga diri mereka meningkat dan terpelihara.  

Anak dengan harga diri tinggi
Youngs mengidentifikasi beberapa cirri anak yang mempunyai harga diri tinggi:
  1. Ada kesediaan untuk berpartisipasi, ingin bergabung dengan orang lain, merasa aman dengan kemampuan mereka untuk berhasil, atau paling tidak untuk mencoba bersenang-senang.
  2. Ada kesediaan untuk berbagi, senang berbicara tentang diri dan minat mereka.
  3. Punya kemampuan untuk menerima saran tanpa melihatnya sebagai kritik.
  4. Merasa nyaman dengan kesendirian mereka. Artinya, mereka tidak harus dikelilingi oleh orang lain setiap saat.
  5. Punya komitmen untuk mencapai sesuatu, ingin melakukannya dengan baik, dan tidak terintimidasi oleh tantangan untuk memahami sesuatu yang mereka belum mengerti. Mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri dan tidak cepat putus asa untuk menjadi seseorang yang lebih baik.
Singkatnya, seorang anak yang mencakup sifat-sifat tersebut mengembangkan perasan kuat dan rasa diri berharga yang membuat dia senang atau puas dengan dirinya. Ia terbuka, peduli, serta penuh rasa kasih dan sayang. Dia bangga dengan dirinya dan menyenangkan untuk berhubungan bersamanya. Dia juga akan “memperkaya” hidup orang tua dengan terus berkembang sepanjang hidupnya, dewasa dan stabil secara emosional.  

Sumber: Kompas, Minggu, 18 Maret 2012. Penulis: Agustine Dwiputri

Mendorong Minat Menabung Pada Si Kecil

Menabung pangkal kaya, begitulah pepatah lama mengatakannya. Dan memang, kebiasaan menabung sejak kecil, disamping untuk mendidiknya agar tak boros, juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan-keperluan si anak sendiri. Bagi orang tua yang memiliki penghasilan tidak dari satu satu sumber saja, misalnya disamping dari pendapatan si ayah, si ibu juga ikut bekerja, maka boleh jadi tak cemas dengan keadaan financial rumah tangganya. Namun, untuk keluarga yang hanya memiliki satu sumber pendapatan, apalagi pendapatan yang dihasilkan dari sumber tersebut tak seberapa jumlahnya, tentu harus lebih cerdik mengelolanya agar tak putus di pertengahan bulan.

 Dan salah satu pengelolaan keuangan keluarga, disamping kita sebagai orang tua harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, kita juga bisa melibatkan buah hati dalam pengelolaan keuangan keluarga. Hal ini disamping bermanfaat bagi cash flow keuangan keluarga, juga bisa digunakan sebagai sarana untuk mendidik buah hati tentang pengelolaan masa depan. Tentu saja, tingkat pelibatan ini harus sewajarnya saja, jangan sampai membebani anak-anak Anda dengan masalah financial keluarga.

Sebuah buku berjudul ½ Price Living, Rahasia Kehidupan Impian dengan Satu Pemasukan yang ditulis oleh Ellie Kay, menjabarkan tentang pentingnya berbagai pemahaman dengan anak mengenai kondisi keuangan keluarga. Orang tua dapat membantu anak mengatur anggaran untuk dirinya sendiri. Jika mereka mampu melakukannya, anak turut mendukung kestabilan keuangan keluarga. Orang tua bisa memotivasi anak, bila ia tak menghabiskan uang jajan, sisanya boleh ditabung. Dan uang tabungan itu bisa digunakannya kelak untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

 Misalnya bila suatu saat anak Anda merengek minta dibelikan tas bermerk atau mainan canggih yang harganya lumayan mahal. Ajaklah si anak ngobrol santai namun bermakna, seperti misalnya menerangkan pada si kecil tentang perbedaan antara keinginan dengan kebutuhan. Terangkan juga padanya bahwa yang utama dari sebuah barang adalah fungsi, bukan merk. Bisa jadi, barang yang mahal kwalitasnya tak lebih bagus daripada barang yang harganya sedang-sedang saja. Namun, bila si kecil tetap bersikeras ingin barang dengan merk yang sama, ajak si kecil untuk mempunyai kebiasaan menabung. Kelak, dari hasil tabungannya ia bisa membeli barang tersebut dan orang tua akan menambal sisanya.

 Dari obrolan ringan tersebut, secara tidak langsung kita berbagi tanggung jawab mengenai masalah keuangan dengan si anak, dan secara tidak langsung bermanfat ganda. Selain membantu menghemat pengeluaran, hal ini juga dapat mengajari anak tentang nilai-nilai etos. Diskusi tentang cara mendapat uang untuk menabung juga perlu dilakukan. Orang tua dapat memancing ide dari anak-anak tentang kegiatan yang bisa mendatangkan uang tambahan. Misalnya, membuat kue kecil atau es mambo dan mendirikan kios kecil-kecilan untuk menjual kue-kue atau es buatannya.

Monday, December 26, 2011

Mengenali Penyebab Anak Malas Sekolah dan Mencari Solusinya

Siapapun pasti akan setuju dengan kalimat; pendidikan itu penting. Apalagi pendidikan menyangkut si buah hati. Tapi bagaimana jadinya jika kemudian si buah hati tiba-tiba menjadi malas untuk pergi ke sekolah. Anak kita tiba-tiba mogok sekolah padahalsedang tidak sakit. Sering bangun kesiangan, malas belajar, tidak mau mengerjakan PR, membolos di tengah pelajaran adalah indikasi-indikasi anak mulai tidak mau sekolah. Sebelum terlanjur murka pada sang anak atau menyimpulkan sendiri masalah sang anak berdasarkan asumsi ada baiknya orang tua terlebih dahulu mencari tahu apa penyebab sang anak jadi berlaku seperti itu.

Logikanya, tentu ada hal-hal tertentu yang membuat anak menjadi tidak mau sekolah. Jiwa anak begitu sensitive, oleh karenanya Anda perlu tahu apa alasan anak menjadi malas untuk pergi ke sekolah. Inilah kemungkinan-kemungkinan yang melatar belakangi sang anak jadi malas ke sekolah:


  • Bisa jadi ada hal tertentu di sekolah yang membuat sang anak takut untuk hadir di sekolah, misalnya teman-teman di sekolahnya yang nakal dan anak tidak berani atau tidak mampu untuk membela dirinya. Bisa juga karena guru yang terlalu killer yang membuat anak menjadi ketakutan setiap kali mengikuti pelajaran sang guru tersebut. Atau bisa juga hal-hal lain yang bersentuhan dengan ketakutannya tapi si anak tidak mau mengatakannya pada Anda.

  • Bisa juga karena sang anak sedang mencari perhatian. Kondisi ini bisa saja terjadi, terutama jika sang anak merasa kurang diperhatikan oleh orang tuanya yang mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaan, dan sebagainya. Akibatnya sang anak suka membolos hanya karena ingin diperhatikan oleh guru, teman-teman sekolahnya, dan juga orang tuanya.

  • Atau bisa juga karena anak kelelahan akibat terlalu banyak dijejali les. Les memang sebenarnya baik untuk sang anak dan bisa membantunya untuk mendongkrak prestasi di sekolah, tapi terlalu banyak les akan membuat fisik dan kejiwaan sang anak menjadi lelah. Akibatnya sang anak pun menjadi malas untuk berangkat ke sekolah.

  • Kemungkinan lainnya adalah karena terlalu jauhnya jarak antara sekolah dengan rumah si anak. Adakalanya orang tua menginginkan anaknya bisa bersekolah di sekolah unggulan, meski kenyataannya jarak sekolah itu terlalu jauh dari rumahnya sang orang tua tetap ngotot untuk memasukkan anaknya ke sekolah unggulan tersebut tanpa mempertimbangkan kondisi jarak yang bisa jadi itu akan membuat fisik sang anak jadi kelelahan.

  • Dan kemungkinan yang terakhir adalah kurang tepatnya didikan orang tua. Terkadang dijumpai orang tua yang terlalu keras mendidik anak, kurang tepat, bahkan salah. Anak pun bisa kabur dan membolos sekolah sebagai bukti pemberontakannya.


Mencari Solusinya
Jadi, ketika anak mulai menunjukkan tanda-tanda enggan masuk sekolah, sebaiknya Anda segera mempelajari dan memahami kondisi atau permasalahan yang dihadapi anak.

Setelah menemukan permasalahan anak yang sebenarnya, ajaklah anak berdiskusi. Mulai dari keluh kesahnya, keinginannya, dan ajarkan anak untuk mengambil sikap yang bijak untuk mengatasi persoalannya. Jika permasalahan terdapat di sekolah, cobalah Anda bicarakan dengan gurunya. Apabila anak mengalami ketakutan, ajaklah anak untuk mengatasi rasa takutnya dengan mencari tahu cita-cita anak sesungguhnya. Pancinglah anak untuk menggapai impiannyauntuk mengusir rasa takutnya.

Paling penting, saat anak enggan ke sekolah, Anda perlu mendampinginya dengan kesabaran. Bersikaplah bijaksana tanpa menggunakan emosi berlebih saat menghadapi anak yang malas sekolah. Jika anak berkeras tidak mau sekolah, dekatilah anak dengan lembut dan penuh kasih sayang. Lama kelamaan anak akan mengungkapkan masalah dan alasan mengapa ia enggan masuk sekolah. Sebagai orang tua, bantu anak mengatasi masalahnya secara bertahap.
Template by - Abdul Munir - 2008