Showing posts with label Seputar Bayi. Show all posts
Showing posts with label Seputar Bayi. Show all posts

Friday, March 25, 2016

Cara Tepat Menyapih Anak

Menyapih anak adakalanya bukan persoalan yang mudah. Disamping karena tak tega dengan rengekan anak, menyapih anak secara mendadak akan membuat payudara sang ibu menjadi bengkak dan nyeri. Untuk itu, agar proses menyapih anak berjalan lancar dan sesuai jadwal diperlukan kiat-kiat tertentu. Apa saja kiat-kiatnya? 

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah pada saat akan mulai menyapih anak, pastikan kondisi anak tidak dalam keadaan sakit. Sakit dalam hal ini tidak saja karena penyakit tertentu, tapi juga sakit karena sehabis imunisasi atau sedang tumbuh gigi. Proses menyapih anak disaat keadaan anak sedang tidak enak akan membuat proses penyapihan menjadi sedikit lebih rumit dan penuh drama.

Hal lain yang tak kalah penting adalah; mulailah dengan bertahap dan perlahan. Penghentian pemberian asi pada anak secara mendadak akan membuat anak menjadi stress dan merasa diabaikan. Caranya dengan mengurangi frekwensi pemberian ASI, terutama pada siang hari. Karena pada siang hari, fokus anak lebih mudah dialihkan ke hal lain. Pada tahap ini, ibu bisa mengalihkan anak pada ASI bisa dengan mainan, dan bisa juga dengan makanan. Disamping untuk mengalihkan, pemberian makanan pada si kecil akan mengajarkan sesuatu yang baru, seperti rasa, bentuk dan juga tekstur pada makanan pendamping ASI.  

Hindari mengolesi wilayah sekitar payudara dengan mengkudu, bratawali, obat merah atau menutupnya dengan plester, karena itu hanya menakut-nakuti anak dan mengajarkan yang tidak baik. Sebaiknya masa penyapihan ini dilakukan dengan cinta dan kasih sayang, agar anak tahu bahwa ibunya tetap menyayanginya meskipun sudah tidak memberikannya ASI. Tunjukan hal itu pada anak dengan belaian, pelukan serta kecupan. Dan yang terpenting, kuatkan tekad Anda, karena keraguan hanya akan mempersulit proses penyapihan.       

Jika si kecil susah untuk dialihkan pada makanan pengganti ASI dan tetap merengek minta menyusu, tunggulah si kecil lapar. Biasanya si kecil akan lebih mudah diajak berkompromi pada saat mereka terdesak. Misalnya saat mereka lapar, biasanya alternatif lainnya akan lebih mudah diterima. Biasanya dalam kondisi lapar, dia akan mudah dibujuk. 

Jika bayi biasa menyusu sebelum tidur, cobalah untuk menidurkannya tanpa disusui secara bertahap. Ciptakan ritual menyenangkan lain sebelum tidur, seperti membacakan dongeng atau mendengarkan musik. Buat dia merasa nyaman dengan tetap memeluk atau membelainya. Peluk dan sentuh anak lebih sering agar dia tidak merasa diabaikan setelah tidak disusui. 

Demikianlah tips yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat.

Saturday, February 6, 2016

Memahami Manfaat Imunisasi Melalui Komik

Beberapa tahun belakangan, kita dibuat bingung dengan adanya gerakan anti vaksin yang menganggap bahwa vaksin itu tidak ada gunanya dan malah berbahaya. Dalam propagandanya, kelompok yang mengatasnamakan gerakan anti vaksin itu mengatakan bahwa vaksin menyebabkan anak-anak cenderung berisiko menyandang autisme, dan lain sebagainya.

Klaim ini tentu saja tidak benar, tapi karena kadung dipercaya oleh sebagian kecil orang, akibatnya Penyakit-Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) yang seharusnya sudah terbasmi sepenuhnya kembali muncul.

Untuk itu, agar lebih memahami seluk-beluk imunisasi, saya bagikan satu komik karya Maki Naro yang membahas soal manfaat imunisasi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Oh iya, komik ini sudah dialih bahasakan kedalam bahasa Indonesia oleh Savrina Tanjung Prabandari dan diposting di facebook beliau.

Selamat menyimak, dan semoga bermanfaat..


















Wednesday, June 5, 2013

Download Gratis Ebook Tahapan Masa Pertumbuhan Batita


Membangun hubungan dengan bayi Anda dimulai di detik saat ia lahir. Saat pertama kali melihat bayi Anda yang baru lahir, penampilannya mungkin akan mengejutkan Anda. Beberapa orang tua merasa cemas saat melihat bayi yang baru lahir karena tidak terlihat sesuai dengan yang dibayangkan. Kulitnya keriput dan mungkin lebih mirip pria tua ketimbang bayi. Dengan melihat kondisi pertumbuhan bayi baru lihat hingga usia bayi tiga tahun, Anda tentu akan mengerti pertumbuhan apa saja yang terjadi pada si kecil.

Nah, untuk mengetahui tahapan-tahapan apa saja yang dilalui bayi Anda dalam pertumbuhannya, kali ini Blog seputar Ibu dan Anak akan membagi satu lagi ebook gratis yang di beri judul: Tahapan Masa Pertumbuhan Batita, untuk pegangan para ibu-ibu muda agar mengetahui lebih detail tentang masa-masa pertumbuhan buah hatinya.

Langsung saja, untuk mendownload Ebook Tahapan Masa Pertumbuhan Batita  ini, seperti biasa silahkan klik button download di bawah ini:


Semoga bermanfaat..

Friday, September 14, 2012

Manfaat Menyusui Pada Bayi

Hamil dan melahirkan adalah proses yang alami bagi kaum perempuan. Dan kecuali pada orang-orang tertentu yang memang tak menghendakinya, kehamilan merupakan suatu anugrah Tuhan yang seyogyanya disyukuri. Untuk itu, demi menjaga anugerah Tuhan dan tidak berujung malapetaka, baik pada sang ibu maupun pada anak yang kelak dilahirkan, ada baiknya jika para ibu memiliki pengetahuan mengenai manfaat ASI agar kelak bayi yang disusui mendapat asupan nutrisi yang baik.

Pada usia kehamilan menginjak ke minggu 16, plasenta atau ari-ari akan terbentuk. Melalui plasenta inilah segala kebutuhan bayi akan disalurkan. Dan setelah bayi keluar dari kandungan, maka menyusui merupakan proses atau kegiatan yang fungsi utamanya adalah menggantikan tugas yang dulu dilakukan oleh plasenta, yakni, bertugas untuk memenuhi asupan nutrisi bagi tumbuh kembang sang bayi. Maka, dalam istilah kedokteran, proses menyusui ini sering juga disebut dengan istilah eksternal plasenta, karena semua proses yang dialami bayi terjadi di dalam kehamilan dilanjutkan setelah kelahiran melalui proses menyusui. Air susu ibu (ASI) dan menyusui adalah dua hal penting yang merupakan kelanjutan fungsi plasenta untuk memenuhi kebutuhan bayi untuk mendapat nutrisi (makanan) terbaik, dan perlindungan berupa zat-zat kekebalan di dalam ASI yang menghindarkan bayi kepada segala macam penyakit. Dua kebutuhan bayi tadi masih disempurnakan dengan fungsi lain yang tidak kalah pentingnya, yakni proses stimulasi yang terjadi selama proses menyusui.

Proses stimulasi atau rangsangan kepada bayi terutama yang menyangkut dengan kelima indera sang bayi pada saat menyusui sangat bermanfat bagi tumbuh kembang otak bayi. Kontak fisik antara ibu dengan bayinya pada saat menyusui yang melibatkan panca indera sang bayi seperti indera penciuman, pendengaran, penglihatan, kulit, dan pengecapan, terutama pada bulan-bulan pertama kelahiran, merupakan saat-saat paling sensitive terhadap rangsangan panca indera bayi dan otaknya. Bayi yang baru dilahirkan memiliki indera penciuman alami yang sangat baik, yang ia gunakan dan latih sejak masih dalam kandungan melalui proses “inisiasi menyusu dini”. Begitupun dengan indera pendengarannya. Indera pendengaran bayi sudah sempurna dan canggih jauh sebelum ia dilahirkan (bayi sudah bisa mendengar jauh sebelum dilahirkan, yakni pada usia kehamilan menginjak usia 20 minggu), memberi kesempatan bayi untuk mendengar napas, suara dan degup jantung ibu selama proses menyusui. Jadi mitos mengenai bayi belum bisa mendengar saat baru dilahirkan yang sering dikatakan oleh orang-orang tua kita dulu merupakan sebuah kesalahan. Sedangkan manfaat selama proses menyusui pada kulit bayi adalah untuk lebih mengoptimalkan kepekaan bayi melalui kulitnya. Kulit bayi di mana terdapat banyak reseptor “syaraf” akan menerima banyak rangsangan saat didekap selama menyusui.

Bagaimana dengan indera penglihatan bayi itu sendiri? Dapatkah bayi melihat ketika umurnya masih dalam hitungan hari sesaat setelah dilahirkan? Memang, penglihatan bayi belum berfungsi baik karena pada bayi yang baru lahir belum keluar kolostrumnya. Tapi, proses ini bisa dipercepat melalui menyusui. Kontak fisik “skin to skin” turut berperan mempercepat keluarnya kolostrum pada mata bayi untuk modal baginya melihat. Saat melakukan “skin to skin contact” dengan meletakkan bayi di dada ibu dalam waktu yang lama, mata bayi begitu terlihat nanar seolah melihat. Itulah yang kemudian ikut merangsang lebih cepat keluarnya kolostrum. Disamping itu, zat-zat yang terkandung di dalam ASI seperti DHA/AA juga juga turut menyempurnakan fungsi penglihatan bayi karena kandungan zat tersebut bersifat merangsang pertumbuhan syaraf otak dan mengoptimalkan fungsi penglihatan terutama pada retina mata.

Rasa yang berubah-ubah pada ASI yang bergantung pada makanan apa yang dikonsumsi sang ibu selama menyusui juga ikut melatih indera pengecapan sang bayi. Begitupun dengan kadang deras dan kadang surutnya ASI ikut juga berperan melatih bayi untuk berpikir cerdas dan mampu “mengatur strategi” tentang apa yang harus dilakukannya agar tak tersedak pada saat ASI yang keluar begitu bancar, dan menghisap lebih kuat ketika ASI yang keluar lebih sedikit.

Disamping itu, menurut penelitian, di dalam ASI terkandung bakteri baik berupa kuman lactobacillus. Kuman lactobacillus merupakan bakteri baik yang member perlindungan pada usus bayi . Kelak bakteri baik ini dapat atau akan melindungi usus bayi dari berbagai macam penyakit yang masuk melalui saluran pencernaan. Jadi, kenapa harus mencekoki bayi dengan susu formula yang bisa jadi tercemar virus, jika sang ibu bisa memproduksi sendiri susu yang jelas-jelas lebih banyak manfaatnya?

Thursday, September 13, 2012

Manfaat Membiarkan Bayi Menangis


Bayi yang menangis adalah hal biasa, dan sebagai orang tua kadang suka nggak tega dan buru-buru menenangkannya, padahal ,menurut penelitian para ahli dari University of Melbourne, membiarkan anak menangis sampai puas dan tidak buru-buru menenangkannya asal tidak terlalu lama tidak masalah bagi kesehatan si bayi, dan bahkan akan, membuatnya tidur lebih nyenyak, karena membiarkan bayi menangis hingga puas akan membuatnya lebih tenang.

Tapi tentu saja, jika bayi menangis terlalu lama dan tak juga berhenti, tentunya orang tua harus menenangkannya agar tangisnya berhenti. Pada intinya, sebagai orang tua saat membiarkan bayinya menangis adalah untuk melatih bayi mengendalikan tangisnya sendiri, sampai puas dan tertidur dengan sendirinya. Jadi, bukan mengabaikan tangisan bayinya itu sendiri, melainkan mendampingi dan mengontrol bayinya saat menangis.

Teknik mengontrol dan membiarkan bayi menangis sampai puas ini oleh para ahli di University of Melbourne disebut dengan istilah teknik controlled crying atau tangisan yang terkontrol. Pelaksanaannya juga harus bertahap, misalnya dibiarkan 2 menit pada hari pertama, lalu 5 menit di hari kedua, 10 menit di hari ketiga dan seterusnya.

Teknik lainnya adalah dengan mendampingi si bayi saat sedang menangis. Oleh para ahli, teknik ini dinamakan camping out karena orangtua hanya perlu duduk sambil mengajari si bayi untuk mengontrol tangisannya sendiri sampai kelelahan dan akhirnya tertidur.

Jkalau dipikir secara sepintas, memang teknik ini agak terdengar janggal dan terkesan kejam, karena sebagai orang tua (terutaama perempuan) yang memiliki naluri keibuan secara alami membiarkan anaknya menangis dan tak segera menenangkannya seperti terkesan tak menyayangi anaknya. Namun seikali lagi, para ahli menegaskan, selama durasi tangisan si bayi tak terlalu lama, membiarkan bayi menangis sangat aman dan tak akan menimbulkan efek negative bagi kesehatan si bayi itu sendiri.

Bahkan kalau dibiarkan menangis dulu sampai puas, si bayi cenderung tidur lebih nyenyak dibandingkan kalau langsung ditenangkan dan dipaksa tidur. Bagi orangtua sendir juga menguntungkan, sebab kalau bayinya tidur nyenyak maka tidurnya sendiri juga akan terganggu.

Namun ditegaskan sekali lagi, teknik mengontrol tangis bayi tidak berarti membiarkan si bayi terus-terusan menangis sepanjang malam. Lagipula kalau bayinya menangis terus, orangtua juga tidak akan bisa tidur karena berisik dan pastinya tidak tega mendengar jerit tangis buah hatinya.

Thursday, August 2, 2012

Mendorong Minat Menabung Pada Si Kecil

Menabung pangkal kaya, begitulah pepatah lama mengatakannya. Dan memang, kebiasaan menabung sejak kecil, disamping untuk mendidiknya agar tak boros, juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan-keperluan si anak sendiri. Bagi orang tua yang memiliki penghasilan tidak dari satu satu sumber saja, misalnya disamping dari pendapatan si ayah, si ibu juga ikut bekerja, maka boleh jadi tak cemas dengan keadaan financial rumah tangganya. Namun, untuk keluarga yang hanya memiliki satu sumber pendapatan, apalagi pendapatan yang dihasilkan dari sumber tersebut tak seberapa jumlahnya, tentu harus lebih cerdik mengelolanya agar tak putus di pertengahan bulan.

 Dan salah satu pengelolaan keuangan keluarga, disamping kita sebagai orang tua harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, kita juga bisa melibatkan buah hati dalam pengelolaan keuangan keluarga. Hal ini disamping bermanfaat bagi cash flow keuangan keluarga, juga bisa digunakan sebagai sarana untuk mendidik buah hati tentang pengelolaan masa depan. Tentu saja, tingkat pelibatan ini harus sewajarnya saja, jangan sampai membebani anak-anak Anda dengan masalah financial keluarga.

Sebuah buku berjudul ½ Price Living, Rahasia Kehidupan Impian dengan Satu Pemasukan yang ditulis oleh Ellie Kay, menjabarkan tentang pentingnya berbagai pemahaman dengan anak mengenai kondisi keuangan keluarga. Orang tua dapat membantu anak mengatur anggaran untuk dirinya sendiri. Jika mereka mampu melakukannya, anak turut mendukung kestabilan keuangan keluarga. Orang tua bisa memotivasi anak, bila ia tak menghabiskan uang jajan, sisanya boleh ditabung. Dan uang tabungan itu bisa digunakannya kelak untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

 Misalnya bila suatu saat anak Anda merengek minta dibelikan tas bermerk atau mainan canggih yang harganya lumayan mahal. Ajaklah si anak ngobrol santai namun bermakna, seperti misalnya menerangkan pada si kecil tentang perbedaan antara keinginan dengan kebutuhan. Terangkan juga padanya bahwa yang utama dari sebuah barang adalah fungsi, bukan merk. Bisa jadi, barang yang mahal kwalitasnya tak lebih bagus daripada barang yang harganya sedang-sedang saja. Namun, bila si kecil tetap bersikeras ingin barang dengan merk yang sama, ajak si kecil untuk mempunyai kebiasaan menabung. Kelak, dari hasil tabungannya ia bisa membeli barang tersebut dan orang tua akan menambal sisanya.

 Dari obrolan ringan tersebut, secara tidak langsung kita berbagi tanggung jawab mengenai masalah keuangan dengan si anak, dan secara tidak langsung bermanfat ganda. Selain membantu menghemat pengeluaran, hal ini juga dapat mengajari anak tentang nilai-nilai etos. Diskusi tentang cara mendapat uang untuk menabung juga perlu dilakukan. Orang tua dapat memancing ide dari anak-anak tentang kegiatan yang bisa mendatangkan uang tambahan. Misalnya, membuat kue kecil atau es mambo dan mendirikan kios kecil-kecilan untuk menjual kue-kue atau es buatannya.

Tuesday, April 12, 2011

4 Manfaat Membedong Bayi

Ibu-ibu jaman dulu membiasakan untuk membedong bayi yang baru lahir. Hal ini dilakukan konon bertujuan agar kaki bayi tersebut tak berbentuk huruf O ketika besar nanti. Padahal, tujuan itu tidak selamanya tepat karena kaki berleter O tidak melulu disebabkan oleh tidak dibedongnya sang anak ketika masih bayi. Lagipula, kaki bayi yang terlihat seperti melengkung ke dalam adalah hal yang wajar terjadi karena pada saat masih dalam kandungan posisi sang bayi meringkuk. Jadi, dibedong atau tidaknya bayi tidak akan berpengaruh sama sekali pada kondisi kakinya ketika besar nanti.

Namun, meskipun bedong bukanlah untuk mencegah kaki bayi agar tidak membentuk hurup O, bukan berarti tak ada manfaat sama sekali dari kebiasaan membedong ini. Di bawah ini beberapa manfaat yang bisa didapat dari kebiasaan membedong bayi.


  1. Mengatasi refleks kejut dan refleks moro
    Refleks kejut dan refleks moro adalah satu refleks tiba-tiba (menggeragap) yang biasa dialami oleh bayi yang baru lahir. Refleks ini biasanya terjadi saat bayi sedang dalam keadaan tidur lelap. Tiba-tiba saja bayi akan menggeragap dan menangais. Hal ini tentu saja akan mengganggu tidurnya. Dan salah satu untuk meredam efek ini adalah dengan membedongnya. Bayi yang tidur dalam keadaan terbedong ketika mengalami refleks kejut biasanya akan tertidur kembali karena bedong membuatnya merasa seperti asedang dipeluk.

  2. Mempermudah ketika menyusui
    Menyusui bayi yang baru lahir adakalanya memerlukan teknik-teknik tersendiri, apalagi jika ibu yang menyusui merupakan pengalaman pertama kalinya. Seringkali, karena keadaan bayi yang terus bergerak makin menyulitkan sang ibu muda untuk menyusui bayinya tersebut. Dengan membedongnya, bayi akan relativ lebih tenang dan membuat proses belajar menyusui ini lebih lancar.

  3. Untuk menenangkan bayi
    Bayi yang sedang kolik biasanya akan sangat rewel dan susah sekali untuk diam. Dengan membedongnya, membuat sang bayi lebih muda untuk dikendalikan dan ditidurkan.

  4. Mengurangi resiko terjadinya SIDS
    SIDS yang merupakan kepanjangan dari Sudden Infant Death Syndrome merupakan keadaan bayi yang meninggal mendadak akibat posisi bayi yang salah dan sebagainya saat tidur. Dengan membedongnya, bayi akan berada dalam posisi yang benar yakni tidur dalam posisi terlentang, yang pada akhirnya mengurangi resiko bayi mengalami SIDS.

Wednesday, April 6, 2011

Kebiasaan Hisap Jempol si Buah Hati dan Dampaknya terhadap Gigi

Oleh : drg. Martha Mozartha

Orang tua yang memiliki anak batita atau balita sering kali bertanya-tanya apakah kebiasaan menghisap jari adalah hal yang normal pada anak, dan terkadang bingung bagaimana cara menghentikannya, atau dibiarkan saja hingga berhenti dengan sendirinya seiring anak beranjak besar.

Anak menghisap suatu benda tertentu karena gerakan menghisap adalah salah satu refleks alami bayi. Saat ia bertambah usia, si anak mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan tersendiri saat ia menghisap sesuatu, bisa jempol, jari, lengan, bibir, dot, atau benda lain. Efek menenangkan ini cukup dahsyat rupanya, hingga banyak bayi yang terbiasa menghisap jari terlebih dulu untuk bisa terlelap. Anak juga menghisap untuk mencari kenyamanan saat ia sedang lapar, rewel, takut, atau bosan. Sedikit demi sedikit, kebiasaan menghisap ini akan ditinggalkan oleh si anak, dan umumnya sudah berhenti sama sekali saat anak berusia lebih dari 3 tahun.

Apa masalah yang dapat ditimbulkan oleh kebiasaan menghisap jempol ini?

Menghisap jempol adalah salah satu dari kebiasaan anak yang dapat menyebabkan maloklusi (gigi dan rahang dalam posisi yang tidak normal), kalau hal ini dibiarkan terus hingga anak melewati masa batita. Gigi anak dapat menjadi maju, atau dapat terjadi juga open bite yaitu saat rahang dikatupkan gigi belakang atas dan bawah sudah berkontak namun gigi depan atas dan bawah tetap terbuka.

Gmbr. Anak yang memiliki kebiasaan menghisap jari, terjadi open bite di mana gigi belakang terlihat sudah berkontak namun gigitan gigi depan terbuka, dan lidah terjulur ke depan.

Bahkan terkadang hingga menyebabkan perubahan bentuk langit-langit mulut karena tekanan jempol di daerah tersebut.

Rahang normal idealnya berbentuk U, lebar, dan tidak terlalu dalam, seperti pada gambar di sebelah ini. Bentuk rahang seperti ini didapati pada orang dewasa yang saat kanak-kanak diberi ASI.
Sebaliknya, rahang berbentuk V, sempit, dan dalam seperti pada gambar di sebelah ini umumnya didapat pada orang dewasa yang dulunya diberi susu botol atau terbiasa menghisap jempol.

Kondisi ini juga mencetuskan masalah bicara pada anak, misalnya anak tidak dapat mengucapkan huruf T dan D dengan benar, atau menjulurkan lidah keluar saat bicara atau mengucapkan huruf tertentu.

Umumnya maloklusi tersebut dapat baik dengan sendirinya, bila anak menghentikan kebiasaannya menghisap jari. Namun bila kebiasaan ini berlanjut lebih lama, maka besar kemungkinan di kemudian hari akan diperlukan perawatan orthodontik untuk memperbaiki masalah gigi yang ada.

Kapan kebiasaan menghisap jari mulai menimbulkan masalah?

Anak yang masih memiliki kebiasaan menghisap jari setelah ia berumur 4 tahun dengan intensitas atau frekuensi tinggi cukup beresiko tinggi untuk mengalami masalah gigi atau masalah bicara saat ia dewasa. Ada tiga hal yang paling menentukan tingkat keparahan masalah gigi dan mulut yang ditimbulkan oleh kebiasaan menghisap jari ini, yaitu intensitas, frekuensi dan durasi penghisapan. Tekanan dan posisi jari saat menghisap juga turut mempengaruhi. Menghisap dot juga dapat memberi efek yang sama seperti menghisap jempol, namun sering kali kebiasaan menghisap dot lebih mudah untuk dihentikan.

Gambar : Ilustrasi anak yang memiliki kebiasaan menghisap jempol. Perhatikan jempol yang menghadap ke langit-langit, saat anak melakukan gerakan menghisap jempol tersebut akan memberi tekanan ke arah atas dan gigi depan, dan bagian bawah jempol akan menekan lidah sehingga mendoron gigi bawah dan bibir sedangkan dagu terdesak ke dalam. Akibatnya anak dapat memiliki profil muka yang cembung akibat gigi depan yang maju.

Anak yang terbiasa menghisap jempol atau menghisap dot umumnya lebih besar kemungkinan untuk memiliki wajah yang kurang proporsional saat remaja hingga dewasa, dibandingkan dengan anak yang diberi ASI dalam periode waktu yang cukup lama dan tidak pernah memiliki kebiasaan menghisap jari atau dot.


__________

Hasil copy paste dari:sini

Tuesday, March 8, 2011

Ibu Hamil yang Peminum Ringan dan Dampaknya Pada Janin

Pada artikel sebelumnya saya pernah menulis bahwa tak ada batas aman untuk mengonsumsi alkohol bagi ibu hamil, dan meski artikel tersebut tak sepenuhnya salah saya ingin memberi satu sudut pandang berbeda dalam hal konsumsi alkohol bagi ibu hamil ini terkait temuan saya baru-baru ini tentang dampak alkohol bagi ibu hamil mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas London yang mengumumkan hasil penelitiannya pada akhir tahun 2007 silam.

Pada saat itu peneliti mengambil responden sebanyak 11.500 anak yang lahir di inggris. Anak-anak tersebut dilaporkan lahir dari ibu yang gemar minum. Peneliti kemudian membagi ibu anak-anak ini dalam beberapa kelompok. Kelompok anti minum alkohol yakni ibu yang tidak minum, tetapi gemar minum, baik sebelum maupun sesudah kehamilan. Peminum ringan, yakni ibu yang minum 1-2 gelas seminggu. Kelompok moderat, yakni sang ibu biasa minum 3-6 gelas seminggu atau 5 gelas dalam satu waktu. Adapun peminum berat yang biasa meminum 7 gelas lebih dalam seminggu.

Dan hasilnya ternyata cukup mengejutkan, yakni ternyata meminum satu hingga dua gelas alkohol selama masa kehamilan, tidak membahayakan janin. Peneliti membuktikannya dengan mengikuti perkembangan anak sampai mereka berumur lima tahun—yang ibunya bisa dikategorikan sebagai peminum ringan. Peneliti tidak menemukan adanya kelainan sikap ataupun masalah kognitif pada anak-anak ini saat dibandingkan dengan anak-anak yang ibunya sama sekali anti minuman keras.

Meski hasil penelitian ini nyata-nyata ditenaatang oleh banyak dokter dan lembaga kesehatan, para peneliti dari Universitas London yang melakukan penelitian ini bersikukuh tidak ada hubungan sebab akibat antara kebiasaan meminum alkohol dengan bahaya kesehatan terhadap janin. Studi sebelumnya yang dilakukan oleh kelompok peneliti yang sama, menemukan bahwa kebiasaan ibu meminum alkohol sedikit selama kehamilan nyatanya tidak membahayakan janin.

Tuesday, March 1, 2011

Dampak Kebiasaan Mengonsumsi Alkohol Saat Hamil

Sindrom alkohol pada janin atau yang dalam bahasa medis dikenal dengan istilah Fetal Alkohol Syndrome (FAS) adalah satu kondisi di mana semasa masa kehamilan orang tua sang bayi kerap meminum minuman yang mengandung alkohol. FAS inilah yang kemudian oleh banyak para medis disinyalir sebagai biang kerok yang menyebabkan anak-anak begitu dilahirkan menderita keterbelakangan mental, kelainan bentuk kerangka dan system organ besar (terutama jantung dan otak), gangguan pertumbuhan, masalah sistem saraf pusat, miskin keterampilan motorik, kematian, masalah belajar, memori, interaksi sosial, gangguan bicara dan pendengaran.

Beberapa ciri yang dapat dikenali dari bayi yang terpapar sindrom alkohol (FAS) adalah mata yang kecil, hidung yang lebih pendek atau pada beberapa kasus terlihat seperti terbalik, bibir begitu tipis dan pipi yang terkesan datar. Sebenarnya ciri-iri fisik dari bayi FAS yang tadi disebutkan akan memudar seiring bertumbuhnya bayi. Tapi, meskipun demikian, tentu saja sang bayi tetap akan mengalami banyak kesulitan dalam hidupnya ke depan, bahkan bisa jadi derita itu harus diembannya seumur hidup.

Selain FAS, hal lain dari akibat ibu hamil sering mengkonsumsi alkohol ketika masa kehamilan adalah Fetal Alkohol Effects (FAE) yang dibagi menjadi dua kategori, yakni Alkohol Related Neurodevelopmental Disorder (ARND) dan Alkohol Related Birth Defect (ARBD). Yang membedakan antara FAS dan FAE sendiri adalah pada dosis alkohol yang ditenggak oleh sang ibu hamil pada saat masa kehamilan. Kalau FAS lebih didorong oleh kebiasaan ibu hamil dalam mengkonsumsi alkohol dalam dosis tinggi, maka FAE adalah hasil dari kebiasaan ibu hamil yang rutin mengkonsumsi alkohol untuk dosis yang ringan.

Lantas derita apa saja yang akan ditanggung oleh sang anak seumur hidup dari Fetal Alkohol Effects (FAE) yang dibagi menjadi dua kategori, yakni Alkohol Related Neurodevelopmental Disorder (ARND) dan Alkohol Related Birth Defect (ARBD) itu?

Alkohol Related Neurodevelopmental Disorder (ARND)
Derita yang harus ditanggung oleh sang anak seumur hidup akibat paparan Alkohol Related Neurodevelopmental Disorder (ARND) biasanya adalah sang anak akan mengalami gangguan mental dan perilaku seperti ketidakmampuan belajar, prestasi sekolah yang buruk, kesulitan mengendalikan dorongan hati, dan masalah dengan ingatan dan perhatian.

Alkohol Related Birth Defect (ARBD)
Sementara akibat buruk yang harus ditanggung sang anak dari Alkohol Related Birth Defect (ARBD) sendiri adalah lebih kepada kelainan bentuk dari sistem kerangka dan sistem organ utama, seperti cacat jantung, ginjal, dan pendengaran. Dan ini biasanya harus ditanggung oleh sang anak seumur hidupnya.

Faktanya tidak ada jumlah alkohol yang aman dikonsumsi selama masa kehamilan. Semakin banyak alkohol dikonsumsi, semakin tinggi resiko pada bayi. Alkohol bersifat teratogen yakni dapat merusak perkembangan bayi. Alkohol dapat melintasi plasenta dan masuk ke janin. Ibu yang meminum alkohol, bayi pun juga ikut meminumnya. Cara mencegahnya, tentu saja dengan berhenti meminum alkohol, termasuk ketika ibu merencanakan untuk hamil.
Template by - Abdul Munir - 2008