Showing posts with label Persiapan Kehamilan. Show all posts
Showing posts with label Persiapan Kehamilan. Show all posts

Wednesday, June 5, 2013

Download Gratis Ebook Tahapan Masa Kehamilan

Kehamilan adalah salah satu perubahan fisik terbesar yang dialami perempuan. Sejumlah perubahan luar biasa akan terjadi dalam tubuh dan hidup Anda. Anda tentu ingin mengetahui perubahan apa saja yang terjadi pada si ibu maupun kondisi janinnya dalam setiap tahapan kehamilan. Anda juga tentu ingin tahu apakah kehamilan dan janin dalam kondis normal?

Mendapatkan informasi tentang hal-hal yang mungkin terjadi dalam persalinan dan kelahiran bisa membuat Anda lebih percaya diri untuk melalui seluruh pengalaman ini.

Dengan mengecek masa kehamilan dan kondisi janin dalam kandungan, Anda akan mengetahui tahapan-tahapan apa saja yang akan dilalui hingga waktu kelahiran tiba.

Yuk, cek tahapannya melalui e-book gratis ini. Meski gratis, tahapan-tahapan kehamilan yang ada di ebook ini cukup lengkap, mulai dari umur kehamilan di minggu pertama hingga umur kehamilan memasuki saat-saat mendekati proses melahirkan di minggu ke 40.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan di download saja ebook gratis: Tahapan Masa Kehamilan. Klik button download di bawah ini untuk mendownload ebook Tahapan Masa kehamilan: 


Akhirul kata, semoga bermanfaat..

Tuesday, September 4, 2012

Potensi Keberhasilan dan Resiko Program Bayi Tabung

Bayi tabung adalah suatu teknik proses reproduksi dimana terdapat campur tangan manusia yakni dengan cara mempertemukan sel telur matang dan siap dibuahi dengan sperma di luar tubuh manusia (in vitro fertilization/IVF). Teknik ini menjadi alternative  bagi pasangan suami istri yang begitu mendapatkan momongan tapi sulit hamil. Dan karena untuk menjalani program bayi tabung ini memerlukan biaya yang tak sedikit, dan adakalanya juga menuntut pengorbanan-pengorbanan lainnya baik itu secara fisik maupun psikologis, ,maka ada baiknya sebelum Anda memilih untuk menjalani program bayi tabung ini, terlebih dahulu memahami prosedur, keuntungan, peluang terjadinya kehamilan dan juga resiko yang harus ditanggung selama menjalani program ini. Hal ini penting guna mempermudah dan menambah kesiapan mental, baik itu bagi sang calon ibu maupun calon bapak. 

Bagaimanapun, meski teknologi dan peralatan kedokteran yang dipakai untuk membantu terjadinya kehamilan pada program bayi tabung ini dinilai sudah sangat mutahir, ,namun bukan berarti tanpa kegagalan dan jresiko sama sekali. Ada banyak factor yang menentukan berhasil atau tidaknya program bayi tabung, yang diantaranya adalah usia wanita, cadangan sel telur, lamanya gangguan kesuburan yang dialami pasangan, riwayat ada atau tidaknya kehamilan sebelumnya, derajat kelainan, sarana dan fasilitas teknologi laboratorium, ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh tenaga medis klinik bayi tabung.

Dan dari sekian factor yang menentukan tersebut, factor yang paling penting adalah usia calon ibu. Pada usia kurang dari 30 tahun angka keberhasilannya 35-45 persen, pada usia 31-35 tahun peluang untuk terjadinya kehamilan 30-45 persen, pada usia 36-40 tahun peluang terjadinya kehamilan 25-30 persen dan pada usia lebih dari 40 tahun peluangnya 10-15 persen.

Lantas, apa saja resiko yang mungkin timbul akibat dari program bayi tabung ini, terutama bagi sang calon ibu dan bayinya. Setidaknya ada lima hal yang dapat dicatat di sini yang merupakan resiko umum dari program kbayi tabung ini. Apa saja resikonya?

  1. Terjadinya stimulasi indung telur yang berlebihan dan memungkinkan untuk terjadinya penumpukan cairan di rongga perut yang menimbulkan efek samping berupa rasa kembung, mual-mual, muntah, dan hilangnya selera makan. Tapi dengan beberapa perawatan khusus dan dibantu oleh dokter ahli, biasanya efek samping ini dapat dihindari atau setidaknya dapat diminimalisir.
  2. Saat pengambilan sel telur dengan jarum memiliki resiko yang fatal bila tidak hati-hati dan ditangani oleh dokter yang benar-benar ahli seperti misalnya terjadi pendarahan hebat, infeksi, dan juga kemungkinan mengenai kandung kemih, usus dan pembuluh darah. Tapi, dengan persiapan yang matang dan ditangani oleh dokter yang memang ahlinya, dan juga dengan bantuan teknologi ultrasonografi, keadaaan tersebut diyakpini tak akan terjadi.
  3. Risiko kehamilan kembar lebih dari 2 (dua) akan meningkat dengan banyaknya embrio yang dipindahkan ke dalam rahim.  Hal ini akan memberikan risiko akan persalinan prematur yang memerlukan perawatan lama. Dengan mempertimbangkan usia istri dan pembatasan jumlah embrio yang akan dipindahkan ke dalam rahim dapat mengurangi risiko tersebut.
  4. Tak seperti kehamilan alami yang lebih kuat, kehamilan dari program bayi tabung ini sangat rentan dengan keguguran di luar kandungan. Melalui pemberian hormon dan pemindahan embrio dengan panduan ultrasonografi, keadaan tersebut diharapkan tidak terjadi 
  5. Dan yang terakhir, risiko lain yang timbul dapat berupa biaya yang dikeluarkan, kelelahan fisik, dan stres emosional dalam menyikapi antara harapan dan kenyataan yang terjadi selama mengikuti bayi tabung.

Dari paparan singkat di atas mengenai prosedur, potensi keberhasilan terjadinya kehamilan, dan juga resiko yang mungkin mengintai dari program bayi tabung ini diharapkan pasangan yang sudah bersepakat memutuskan untuk menjalani program bayi tabung, dapat mempermudah dan menambah kesiapan mental, baik itu bagi sang calon ibu maupun calon bapak.

Wednesday, April 6, 2011

Pseudocyesis; Merasa Hamil Padahal Tidak

Hamil palsu atau dalam bahasa medis disebut dengan istilah pseudocyesis ini adalah satu keadaan di mana seorang wanita yang sebenarnya tidak hamil tapi merasa bahwa dirinya hamil. Gejala-gejala yang dirasakan oleh penderita pseudocyesis ini sendiri memang layaknya seperti orang hamil sungguhan. Tidak menstruasi, mengalami mual-mual (morning sickness), ngidam, membesarnya kelenjar payudara dan bagian perut dan sebagainya.

Meskipun memiliki gejala dan kebiasaan seperti layaknya ibu hamil, para penderita pseudocyesis (dikenal dengan sebutan pseudopregnancy) ini sama sekali tak ada janin di rahimnya, karena memang pada dasarnya dia tidaklah sedang hamil meskipun perutnya kian hari kian gendut seperti layaknya ibu hamil. Dan ketika di USG pun memang dalam rahimnya tidak ada apa-apa. Ini yang membedakan pseudocyesis dengan hamil anggur (Mola hidatidosa), karena untuk ibu yang mengalami hamil anggur, ketika di USG dalam rahimnya ada semacam gelembung-gelembung cairan bening seperti buah anggur atau gelembung udara.

Konon menurut beberapa penelitian, pseudocyesis ini penyebab utamanya adalah masalah emosional dan psikologis, seperti karena keinginan yang kuat untuk hamil, sehingga dirinya merasa mengalami proses kehamilan. Biasanya hal ini terjadi saat ada seseorang didekatnya ada yang sedang hamil. Hal inilah yang kemudian membuat ia seperti tersugesti bahwa dirinya pun sedang hamil.

Salah sebuah penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara pseudocyesis dengan kelenjar pituitary (pusat produksi hormon selama kehamilan). Ketidakseimbangan hormon ini sering dipicu oleh stres dan kecemasan, sehingga dapat menyebabkan perubahan emosi dan psikologis yang mengarah pada kepercayaan atas sesuatu yang sangat diharapkannya. Perempuan yang mengalami kondisi ini sudah seharusnya melakukan konseling karena memang penyebab utamanya adalah soal emosional dan psikologis.

Tuesday, March 1, 2011

Tahapan yang Harus dilalui Sebelum Memutuskan untuk Hamil

Tahapan-tahapan apa saja yang harus Anda lalui bersama pasangan sebelum memutuskan untuk hamil dan mempunyai anak. Ini dia tahapan-tahapannya:

Kesepakatan Bersama
Karena memiliki anak merupakan keputusan yang menyangkut kelangsungan rumah tangga Anda bersama pasangan, maka sebelum memutuskan untuk hamil Anda wajib membicarakannya dengan pasangan Anda. Jangan sampai keinginan untuk menimang buah hati merupakan keinginan sepihak karena itu akan menyulitkan Anda ketika mengurusnya nanti. Jika suami Anda merasa belum siap untuk menimang buah hati, sebaiknya jangan memaksakan diri meskipun Anda sudah benar-benar menginginkannya.

Pertimbangkan Kepentingan Anda dan Pasangan
Ada kalanya sebuah pasangan memutuskan untuk menunda kehamilan karena didasari atas beberapa pertimbangan kepentingan seperti masih sama-sama sibuk, faktor ekonomi, dan sebagainya. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk hamil Anda harus mempertimbangkannya kembali keputusan Anda dulu untuk menunda kehamilan. Apa yang menjadi alasan bagi Anda dan pasangan untuk menunda atau melangsungkan kehamilan harus dipelajari lagi. Perhitungkan keuntungan dan kerugian dari keputusan yang Anda berdua ambil.

Faktor Usia
Perhatikan usia Anda dan suami. Apabila Anda dan pasangan mempunyai umur yang sudah lanjut, sebaiknya hentikan program menunda kehamilan jika itu keputusan yang diambil, karena semakin lama menunda kehamilan, maka tingkat imunitas yang dimiliki pada seorang wanita semakin tinggi sehingga menyebabkan sperma mati dan akhirnya menjadi sulit punya anak.

Faktor Keturunan
Perhatikan silsilah keluarga jika Anda an pasangan dari keluarga kecil yang sama-sama susah memiliki anak, sebaiknya tidak menunda kehamilan.

Jaga kesehatan Anda
Menjaga kesehatan adalah hal dasar yang penting. Pastikan tubuh Anda cukup nutrisi. Ingat, bahwa wanita yang sehat akan lebih mudah hamil daripada yang mempunyai berat badan yang berlebihan atau kurang.
Template by - Abdul Munir - 2008