Showing posts with label Tips n Tricks. Show all posts
Showing posts with label Tips n Tricks. Show all posts

Friday, March 25, 2016

Cara Tepat Menyapih Anak

Menyapih anak adakalanya bukan persoalan yang mudah. Disamping karena tak tega dengan rengekan anak, menyapih anak secara mendadak akan membuat payudara sang ibu menjadi bengkak dan nyeri. Untuk itu, agar proses menyapih anak berjalan lancar dan sesuai jadwal diperlukan kiat-kiat tertentu. Apa saja kiat-kiatnya? 

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah pada saat akan mulai menyapih anak, pastikan kondisi anak tidak dalam keadaan sakit. Sakit dalam hal ini tidak saja karena penyakit tertentu, tapi juga sakit karena sehabis imunisasi atau sedang tumbuh gigi. Proses menyapih anak disaat keadaan anak sedang tidak enak akan membuat proses penyapihan menjadi sedikit lebih rumit dan penuh drama.

Hal lain yang tak kalah penting adalah; mulailah dengan bertahap dan perlahan. Penghentian pemberian asi pada anak secara mendadak akan membuat anak menjadi stress dan merasa diabaikan. Caranya dengan mengurangi frekwensi pemberian ASI, terutama pada siang hari. Karena pada siang hari, fokus anak lebih mudah dialihkan ke hal lain. Pada tahap ini, ibu bisa mengalihkan anak pada ASI bisa dengan mainan, dan bisa juga dengan makanan. Disamping untuk mengalihkan, pemberian makanan pada si kecil akan mengajarkan sesuatu yang baru, seperti rasa, bentuk dan juga tekstur pada makanan pendamping ASI.  

Hindari mengolesi wilayah sekitar payudara dengan mengkudu, bratawali, obat merah atau menutupnya dengan plester, karena itu hanya menakut-nakuti anak dan mengajarkan yang tidak baik. Sebaiknya masa penyapihan ini dilakukan dengan cinta dan kasih sayang, agar anak tahu bahwa ibunya tetap menyayanginya meskipun sudah tidak memberikannya ASI. Tunjukan hal itu pada anak dengan belaian, pelukan serta kecupan. Dan yang terpenting, kuatkan tekad Anda, karena keraguan hanya akan mempersulit proses penyapihan.       

Jika si kecil susah untuk dialihkan pada makanan pengganti ASI dan tetap merengek minta menyusu, tunggulah si kecil lapar. Biasanya si kecil akan lebih mudah diajak berkompromi pada saat mereka terdesak. Misalnya saat mereka lapar, biasanya alternatif lainnya akan lebih mudah diterima. Biasanya dalam kondisi lapar, dia akan mudah dibujuk. 

Jika bayi biasa menyusu sebelum tidur, cobalah untuk menidurkannya tanpa disusui secara bertahap. Ciptakan ritual menyenangkan lain sebelum tidur, seperti membacakan dongeng atau mendengarkan musik. Buat dia merasa nyaman dengan tetap memeluk atau membelainya. Peluk dan sentuh anak lebih sering agar dia tidak merasa diabaikan setelah tidak disusui. 

Demikianlah tips yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat.

Thursday, February 25, 2016

Tips Untuk Mempersiapkan Pendidikan Anak

Pendidikan anak adalah salah satu kewajiban orang tua. Tak berhenti di situ saja. Ada kata “terbaik” yang bakal mengikuti kata “pendidikan”, sehingga “pendidikan terbaik” bagi anak pun menjadi salah satu tanggung jawab orang tua. 

Pada satu sisi, jangan memandang anak sebagai aset apalagi investasi untuk kita selaku orang tua, tapi di sisi lain, anak juga merupakan tanggung jawab kita dan sekaligus juga orang yang paling bisa kita andalkan di hari tua kita. Jadi, memberikan pendidikan terbaik untuk anak adalah keniscayaan kita selaku orang tua, agar kelak dikemudian hari masa depan mereka lebih cerah. 

Jadi, pertanyaannya kemudian adalah, sudahkah Anda mempersiapkan masa depan anak-anak kita dengan membekali mereka pendidikan yang terbaik? Memang, sudah menjadi rahasia umum bahwa pendidikan yang baik itu mahal. Maka tentu jika kita tidak mempersiapkannya dari sekarang, Anda selaku orang tua akhirnya terjebak pada persoalan sebagian orang tua; membekali anak-anak kita dengan pendidikan yang alakadarnya.

Barangkali semua dari kita tahu, bahwa tiap tahunnya biaya pendidikan selalu mengalami kenaikan yang signifikan. Jika dihitung rata-rata berdasarkan tren yang terjadi di tahun-tahun kebelakang, kenaikannya bisa mencapai 20% per tahun, yakni rata-rata melebihi tingkat inflasi, yang menjadi salah satu parameter kenaikan gaji, bila Andaseorang karyawan.

Untuk itu, agar tak keteteran di kemudian hari, persiapkan diri Anda sejak jauh-jauh hari mengenai biaya pendidikan anak ini. Hal-hal krusial yang perlu Anda persiapkan dalam hal pendidikan anak ini adalah antara lain sebagai berikut: 

1. Tentukan kemana anak Anda akan bersekolah; Menentukan sekolah anak sejak dini, bahkan kalau perlu sejak mereka belum lahir adalah hal yang paling penting dalam mempersiapkan pendidikan anak. Disamping mutu pendidikan di sekolah tujuan, dengan mengetahui tujuan sekolah anak, Anda sudah bisa mulai mengkalkulasi jumlah biayanya dan kemudian menggali sumber dana yang ada untuk mencapai tujuan itu.

2. Hitung secara rinci biaya per jenjang pendidikan; Menghitung secara rinci per jenjang akan memudahkan Anda untuk mengumpulkan uang yang dibutuhkan sebelum anak memasuki jenjang pendidikan yang dimaksud. Contoh mudahnya adalah, apabila Anda ingin anak Anda masuk ke TK favorit, maka Anda bisa mulai menghitung berapa biaya pangkalnya + biaya bulanannya. Jadi bila Anda menabung saat usia anak masih nol bulan, maka Anda punya kesempatan selama empat tahun untuk mengumpulkan dana tersebut. Bersamaan dengan persiapan dana TK, persiapkan juga dana untuk masuk SD.  

3. Evaluasi lagi apakah arah Anda sudah on the track; Lakukan evaluasi tahunan untuk mengecek apakah arah Anda dalam mengumpulkan dana pendidikan sudah benar. Maksudnya, rutinlah meng-update biaya-biaya tersebut, lalu bandingkan antara kebutuhan dan hasil yang Anda dapatkan, apakah mampu mengejar target biaya yang sebelumnya Anda tetapkan. Kalau tidak, segera hitung ulang dan beraksi.

4. Manfaatkan instrumen investasi; Tabungan atau asuransi pendidikan adalah dua produk keuangan yang saat ini sangat populer di masyarakat. Tapi, pertanyaannya adalah apakah benar kedua produk itu bisa menjamin pendidikan terbaik untuk anak? Namun jawaban dari pertanyaan itu, menurut Aidil Akbar, financial planner AFC, adalah TIDAK! Aidil beranggapan bahwa kedua produk keuangan tersebut tidak mampu memberikan hasil yang mencukupi bagi kebutuhan pendidikan terbaik anak. Dia menyarankan agar Anda mulai melirik instrumen investasi, minimal reksadana.

Saturday, February 6, 2016

Memahami Manfaat Imunisasi Melalui Komik

Beberapa tahun belakangan, kita dibuat bingung dengan adanya gerakan anti vaksin yang menganggap bahwa vaksin itu tidak ada gunanya dan malah berbahaya. Dalam propagandanya, kelompok yang mengatasnamakan gerakan anti vaksin itu mengatakan bahwa vaksin menyebabkan anak-anak cenderung berisiko menyandang autisme, dan lain sebagainya.

Klaim ini tentu saja tidak benar, tapi karena kadung dipercaya oleh sebagian kecil orang, akibatnya Penyakit-Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) yang seharusnya sudah terbasmi sepenuhnya kembali muncul.

Untuk itu, agar lebih memahami seluk-beluk imunisasi, saya bagikan satu komik karya Maki Naro yang membahas soal manfaat imunisasi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Oh iya, komik ini sudah dialih bahasakan kedalam bahasa Indonesia oleh Savrina Tanjung Prabandari dan diposting di facebook beliau.

Selamat menyimak, dan semoga bermanfaat..


















Monday, November 16, 2015

Pertolongan Pertama Jika Anak Tersiram Air Panas atau Minyak Panas

Anak-anak seringkali tidak mau diam dan selalu tertarik dengan sesuatu. Salah satu perabot rumah tangga yang seringkali menarik perhatian anak adalah kran dispenser. Mereka kadang tak tahu kalo kran dispenser ada yang berisi air panas, dan akhirnya air panas itu bisa melukai tangan atau bagian tubuh lainnnya. Atau si anak kerap ngerecoki mamahnya memasak dan akhirnya bisa tersiram minyak goreng panas. Lalu bagaimana jika anak kita tersiram air panas atau minyak goreng panas? Bagaimana pertolongan pertamanya?

Ada beberapa mitos yang berkembang dikalangan ibu-ibu bahwa jika kulit tersiram air panas atau minyak goreng panas maka harus segera diolesi dengan pasta gigi, mentega, kecap, dan bahan-bahan rumah tangga lainnya. Tepatkah? Cara ini benar-benar salah. Bukannya luka jadi membaik, tapi malah memperparah luka dan bisa menimbulkan infeksi.

Lalu, pertolongan pertama bagaimanakah cara yang tepat untuk menangani luka bakar? Caranya adalah dengan mengaliri kulit luka bakar dengan air sejuk yang mengalir selama 15 sampai 20 menit. Bisa langsung dari kran, atau disiram perlahan menggunakan gayung. Yang penting air mengalir yang sejuk. Penjelasan ilmiahnya adalah karena jika panas dimasukkan ke air yang dingin akan membuat panas menjadi dingin sehingga tidak terjadi pelebaran pembuluh darah dan kulit tidak menjadi menggelembung.

Itu adalah pertolongan pertama yang harus dilakukan ketika anak mengalami luka bakar. Barulah setelah itu luka bakar diolesi dengan salep khusus luka bakar (contohnya bioplacenton) dan ditutup dengan kain kasa yang steril. Jika terasa sakit, bisa diberikan obat pereda rasa sakit. Adapun, setelah dilakukan pertolongan pertama, ibu barulah mengenali luka bakar pada anak tersebut masuk dalam derajat luka bakar yang mana, karena menurut dokter, luka bakar itu terdefinisi menjadi 3 derajat, yakni:  
  1. Derajat 1, lukanya hanya kulit luar. Bentuknya merah, terasa nyeri, dan tidak ada reaksi lain. Proses penyembuhan 3-6 hari,
  2. Derajat 2, timbul seperti melepuh, di mana ada gelembung cairan. Proses penyembuhan 3 minggu.
  3. Derajat 3, luka bakar sampai kulit jangat atau dermis. Biasanya ciri-cirinya kering dan berwarna putih keabu-abuan. Jika lebih anak-anak mengalami luka jenis ini sampai 7,5 persen maka harus dirawat, karena perlu antibiotik dan cairan.

Nah, Untuk kasus luka bakar derajat 3 harus segera dibawa ke rumah sakit guna penangan lebih lanjut karena dikhawatirkan terjadi dehidrasi dan infeksi luas.

Demikian penjelasan singkat mengenai penanganan pertama ketika anak tersiram air panas atau minyak goreng panas. Semoga bermanfaat.

Tuesday, March 25, 2014

Cara Membuat Nasi Tim Sayur Untuk Anak Umur 9 – 12 Bulan

Nasi tim adalah salah satu Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) padat yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh bayi berumur 9 – 12 bulan. Sebenarnya sekarang ini sudah banyak jenis Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pabrikan yang beredar di pasaran, tapi alangkah baiknya jika anak-anak kita dibiasakan untuk mengkonsumsi makanan yang dibuat oleh ibunya, disamping kebersihannya lebih terjamin, juga gizi yang terdapat didalamnya pun lebih bisa terkontrol. Nah, bagi ibu-ibu muda yang ingin membuat sendiri nasi tim untuk bayinya, dibawah ini adalah cara membuat nasi tim sayur untuk anak  umur 9 – 12 bulan. Semoga bermanfaat.

Bahan:
  • Beras 2 sendok makan
  • Tempe 1 potong (10 gr)
  • Santan 1 sendok (bisa diganti minyak kelapa atau kaldu)
  • Garam secukupnya
  • Air 3 gelas
  • Daun bayam 10 lembar

Cara membuat:
  1. Haluskan semua bahan.
  2. Masukkan semua bahan ke dalam panci kecuali daun bayam.
  3. Masaklah sambil diaduk sampai matang
  4. Masukkan daun bayam yang sudah dicuci bersih ke dalam panci saat masakan hampir matang
  5. Masakan siap disajikan kepada bayi saat masih hangat

Ket: nasi tim ini dibuat untuk sekali makan, dan berikan setelah ASI.

Sunday, January 26, 2014

Tips Mudah Mendongeng Kepada Buah Hati

Mendongeng untuk anak-anak sebenarnya sudah menjadi budaya sejak zaman dahulu. Semua juga sudah tahu, mendongeng bermanfaat banyak untuk anak-anak. Selain merangsang imajinasi anak, cerita juga bisa melatih anak berbicara. Kita yang sekarang ini menjadi orang tua, tentu masih ingat dongengan ibu yang kerap diawali dengan kata-kata ‘pada suatu hari…’.

Dulu, aktivitas mendongeng biasanya dilakukan di tempat tidur, saat anak-anak mau tidur. Namun kini karakter anak sudah sangat berkembang, berbeda-beda. Ada anak yang mau didongengi sambil tiduran di kasur, tetapi ada juga anak-anak yang maunya mendengar cerita sambil bermain-main. “Orang tua harus kenal karakter anaknya lebih dulu, kalau dia tipikal yang tidak mau mendengar sambil diam, ya orang tua tidak bisa memaksa,” kata Awam, seorang pendongeng yang sudah berpengalaman selama 13 tahun itu.

Nah, di bawah ini ada beberapa tips mudah agar orang tua bisa mendongengi anaknya, dan si anak dengan senang hati mau mendengarkan. Semoga bermanfaat…

1. Curi Perhatian Anak
Coba curi perhatian anak dengan sesuatu yang menarik. Misalnya saja mengajaknya ke taman untuk melihat kupu-kupu. Dari situ, bisa dibuat cerita ringan tentang kupu-kupu.

2. Sediakan Makanan Kesukaan
Makanan kesukaan menjadi magnet tersendiri buat anak-anak. Jika mereka suka es krim, iming-imingi mereka untuk duduk bersama. Sambil disuapi, anak-anak bisa mendengarkan dongeng orang tuanya.

3. Pakai Alat Peraga
Gunakan alat peraga seperti boneka atau buku. Bisa juga menggunakan nyanyian lucu untuk menarik perhatian anak-anak.

4. Kenali Karakter Anak
Orang tua harus mengetahui karakter anak-anak. Lain karakter, maka lain pula metode mendongengnya. Yang terpenting, jangan paksa anak untuk mendengarkan.

5. Sisihkan Waktu
Meski sibuk bekerja, usahakan untuk mendongengi anak setiap hari, meski lewat telepon. Pun begitu, usahakan meluangkan banyak waktu bagi anak di akhir pekan untuk mendongeng.

6. Ikut Workshop Mendongeng
Kalau masih mengalami kesulitan, tak ada salahnya mengikuti workshop mendongeng. Selain berguna buat anak, juga menambah ilmu buat orang tua.

Monday, May 6, 2013

Tips Mengurangi Mual Saat Hamil


Kalau boleh memilih, tentu semua calon ibu memilih hamil tanpa mual dan muntah. Sayangnya, mual atau tidak mual bukan kondisi yang bisa diciptakan dengan mudah, karena berhubungan dengan fisiologi tubuh calon ibu. Setiap tubuh wanita berbeda, itu pula yang membuat setiap kehamilan jadi berbeda. Mirip kondisi wanita selagi menstruasi - ada yang disertai sakit perut, ada yang tidak -  demikian pula kehamilan, ada yang disertai mual, ada yang tidak.

Kehamilan dengan atau tanpa mual, sama normalnya. Tidak mual selama hamil bukan indikasi bahaya bagi kehamilan atau janin. Kehamilan tanpa mual pun dapat berjalan aman dan tanpa komplikasi, sama seperti kehamilan dengan mual.

Yang bisa diupayakan calon ibu, menurut para ahli, adalah mengurangi mual, namun bukan menghilangkan sama sekali. Caranya:

  1. Makan sedikit-sedikit tapi sering dan tepat waktu. Lima kali makan lebih baik daripada tiga kali, karena jika perut sempat kosong, akan memicu mual.
  2. Makan saat baru bangun tidur, karena saat tidur biasanya kadar gula di dalam darah turun. Letakkan makanan ringan seperti biskut kering (rendah lemak) di sisi tempat tidur. Saat bangun, makan beberapa biskuit dan duduk di pinggir ranjang 20 – 30 menit sebelum berdiri.
  3. Pilih makanan tinggi protein dan karbohidrat.
  4. Hindari makanan berlemak, asam dan banyak bumbu.
  5. Banyak minum. Tapi hindari terlalu banyak minum saat makan. Minumlah di antara jam makan. Jumlah ideal, 10-12 gelas sehari.
  6. Yoghurt mengandung vitamin B yang membantu mengurangi rasa mual.
  7. Hiruplah wangi lemon! Anda dapat juga menambahkan potongan lemon dalam air minum ataupun teh Anda.
  8. Jahe juga ampuh melawan mual, sudah dikenal oleh nenek moyang kita sebagai obat tradisional saat hamil.
  9. Konsumsi suplemen vitamin B, konsultasikan dulu ke dokter kandungan.
  10. Makan snack anti-mual seperti pisang atau buah-buahan kering (misalnya anggur kering atau sultana).
  11. Anggur dan melon membantu tubuh mendapat cairan tanpa rasa nek.
  12. Jangan minum kopi, cola ataupun minuman berkafein lainnya.
  13. Sediakan waktu bersantai. Bertukar cerita dan pengalaman bersama para calon ibu lainnya pun dapat membantu Anda terlepas dari stres yang bisa memperparah mual.
  14. Banyak hirup udara segar dan bergerak.
  15. Mendengarkan CD Anti Mual. Cara kerjanya, lagu-lagu di dalam CD ini memiliki irama dan frekuensi tetentu yang bisa "memutus" jalur pengiriman rangsang mual dari otak ke sistem pencernaan. Berlabel Morning Well, CD itu sudah dipasarkan di  AS, Inggris, Prancis, Australia dan Singapura.


Sumber: Majalah Ayah Bunda

Friday, September 14, 2012

Manfaat Menyusui Pada Bayi

Hamil dan melahirkan adalah proses yang alami bagi kaum perempuan. Dan kecuali pada orang-orang tertentu yang memang tak menghendakinya, kehamilan merupakan suatu anugrah Tuhan yang seyogyanya disyukuri. Untuk itu, demi menjaga anugerah Tuhan dan tidak berujung malapetaka, baik pada sang ibu maupun pada anak yang kelak dilahirkan, ada baiknya jika para ibu memiliki pengetahuan mengenai manfaat ASI agar kelak bayi yang disusui mendapat asupan nutrisi yang baik.

Pada usia kehamilan menginjak ke minggu 16, plasenta atau ari-ari akan terbentuk. Melalui plasenta inilah segala kebutuhan bayi akan disalurkan. Dan setelah bayi keluar dari kandungan, maka menyusui merupakan proses atau kegiatan yang fungsi utamanya adalah menggantikan tugas yang dulu dilakukan oleh plasenta, yakni, bertugas untuk memenuhi asupan nutrisi bagi tumbuh kembang sang bayi. Maka, dalam istilah kedokteran, proses menyusui ini sering juga disebut dengan istilah eksternal plasenta, karena semua proses yang dialami bayi terjadi di dalam kehamilan dilanjutkan setelah kelahiran melalui proses menyusui. Air susu ibu (ASI) dan menyusui adalah dua hal penting yang merupakan kelanjutan fungsi plasenta untuk memenuhi kebutuhan bayi untuk mendapat nutrisi (makanan) terbaik, dan perlindungan berupa zat-zat kekebalan di dalam ASI yang menghindarkan bayi kepada segala macam penyakit. Dua kebutuhan bayi tadi masih disempurnakan dengan fungsi lain yang tidak kalah pentingnya, yakni proses stimulasi yang terjadi selama proses menyusui.

Proses stimulasi atau rangsangan kepada bayi terutama yang menyangkut dengan kelima indera sang bayi pada saat menyusui sangat bermanfat bagi tumbuh kembang otak bayi. Kontak fisik antara ibu dengan bayinya pada saat menyusui yang melibatkan panca indera sang bayi seperti indera penciuman, pendengaran, penglihatan, kulit, dan pengecapan, terutama pada bulan-bulan pertama kelahiran, merupakan saat-saat paling sensitive terhadap rangsangan panca indera bayi dan otaknya. Bayi yang baru dilahirkan memiliki indera penciuman alami yang sangat baik, yang ia gunakan dan latih sejak masih dalam kandungan melalui proses “inisiasi menyusu dini”. Begitupun dengan indera pendengarannya. Indera pendengaran bayi sudah sempurna dan canggih jauh sebelum ia dilahirkan (bayi sudah bisa mendengar jauh sebelum dilahirkan, yakni pada usia kehamilan menginjak usia 20 minggu), memberi kesempatan bayi untuk mendengar napas, suara dan degup jantung ibu selama proses menyusui. Jadi mitos mengenai bayi belum bisa mendengar saat baru dilahirkan yang sering dikatakan oleh orang-orang tua kita dulu merupakan sebuah kesalahan. Sedangkan manfaat selama proses menyusui pada kulit bayi adalah untuk lebih mengoptimalkan kepekaan bayi melalui kulitnya. Kulit bayi di mana terdapat banyak reseptor “syaraf” akan menerima banyak rangsangan saat didekap selama menyusui.

Bagaimana dengan indera penglihatan bayi itu sendiri? Dapatkah bayi melihat ketika umurnya masih dalam hitungan hari sesaat setelah dilahirkan? Memang, penglihatan bayi belum berfungsi baik karena pada bayi yang baru lahir belum keluar kolostrumnya. Tapi, proses ini bisa dipercepat melalui menyusui. Kontak fisik “skin to skin” turut berperan mempercepat keluarnya kolostrum pada mata bayi untuk modal baginya melihat. Saat melakukan “skin to skin contact” dengan meletakkan bayi di dada ibu dalam waktu yang lama, mata bayi begitu terlihat nanar seolah melihat. Itulah yang kemudian ikut merangsang lebih cepat keluarnya kolostrum. Disamping itu, zat-zat yang terkandung di dalam ASI seperti DHA/AA juga juga turut menyempurnakan fungsi penglihatan bayi karena kandungan zat tersebut bersifat merangsang pertumbuhan syaraf otak dan mengoptimalkan fungsi penglihatan terutama pada retina mata.

Rasa yang berubah-ubah pada ASI yang bergantung pada makanan apa yang dikonsumsi sang ibu selama menyusui juga ikut melatih indera pengecapan sang bayi. Begitupun dengan kadang deras dan kadang surutnya ASI ikut juga berperan melatih bayi untuk berpikir cerdas dan mampu “mengatur strategi” tentang apa yang harus dilakukannya agar tak tersedak pada saat ASI yang keluar begitu bancar, dan menghisap lebih kuat ketika ASI yang keluar lebih sedikit.

Disamping itu, menurut penelitian, di dalam ASI terkandung bakteri baik berupa kuman lactobacillus. Kuman lactobacillus merupakan bakteri baik yang member perlindungan pada usus bayi . Kelak bakteri baik ini dapat atau akan melindungi usus bayi dari berbagai macam penyakit yang masuk melalui saluran pencernaan. Jadi, kenapa harus mencekoki bayi dengan susu formula yang bisa jadi tercemar virus, jika sang ibu bisa memproduksi sendiri susu yang jelas-jelas lebih banyak manfaatnya?

Dampak Buruk Televisi Bagi Anak

Banyak acara televisi di Indonesia yang tidak mendidik, itu sudah menjadi rahasia umum. Tapi, dari sekian banyaknya tayangan “sampah” di televisi, itu biasanya tayang pada jam-jam saat anak-anak kita menonton televisi. Dan takukah Anda, bahwa otak anak memiliki kemampuan sangat cepat untuk mengingat dan meniru sesuatu. Berbagai hal yang disampaikan pada anak, baik melalui penglihatannya maupun pendengarannya, akan dengan mudah dicerna otaknya. Dan televisi yang merupakan gabungan antara bahasa visual (penglihatan) dan pendengaran sekaligus, adalah salah satu media yang paling mudah mempengaruhi sekaligus mencemari otak anak-anak kita. Tidak heran saat ini orang tua mulai dituntut untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih tayangan televisi yang ditonton anak-anak agar tidak berdampak negative terhadap perkembangan anak.

 Acara televisi memiliki daya informasi yang luar biasa kuat kepada anak-anak, karena hampir 90% waktu anak dihabiskan di rumah dan menonton televisi. Nah, disamping dari tayangan televisi yang kadang tak mendidik, juga ada dampak-dampak lain yang menyertai, terutama pada kesehatan anak, jika terlalu lama menonton televisi. Dibawah ini adalah beberapa dampak buruk bagi anak-anak yang dihasilkan dari terlalu seringnya menonton televisi yang disarikan dari beberapa sumber:
  • Beberapa waktu lalu ramai diberitakan sejumlah anak menjadi korban efek dari program Smack Down yang ditayangkan di salah satu stasiun swasta. Anak-anak yang terlalu sering menonton acara itu meniru apa yang dia lihat. Mereka saling banting dan adu jotos dengan teman-temannya meniru acara Smack Down yang mereka tonton, dan berujung pada kematian.
  • Lain halnya di Jepang, diberitakan bahwa sejumlah anak (jumlahnya tak tanggung-tanggung sekira 1.523 anak) di sana dilaporkan mengalami mual-mual karena terlalu lama menonton acara kartun Pokemon edisi Computer Warrior Porigon produksi tahun 1997 yang memang sedang booming saat itu. Dan menurut tim medis yang memeriksa kasus ini, gejala itu akibat efek dari sinar warna merah yang menyilaukan yang terpancar dari mata tokoh Pikachu.
  • Dalam sebuah seminar, dokter ahli gizi, Endang Darmoutomo mengungkapkan bahwa anak yang terlalu lama menonton tivi akan mengalami obesitas sebesar 2%. Ini karena anak-anak pada saat menonton televisi cenderung pasif dan banyak mengemil.
  • Dokter spesialis anak, Hardiono D. Pusponegoro, lain lagi. Beliau mengungkapkan hasil penelitian Hancox RJ. Association of Television Viewing During Childhood with Poor Educational Achievment menyebutkan bahwa menonton tivi pada anak dibawah usia tiga tahun memberi dampak penurunan IQ. Menurut beliau, otak anak memiliki fungsi merencanakan, mengorganisasi, mengurutkan perilaku untuk kontrol diri, konsentrasi atau atensi, dan menentukan baik atau tidak. Dan semua sensor itu akan berkembang di pusat otak korteks prefrontal pada masa anak-anak hingga remaja. Dan tayangan televisi yang tidak baik pada dasarnya akan menghambat perkembangan otak ini karena organ ini akan kehilangan kesempatan mendapat stimulasi dalam hubungan sosial dengan orang lain , bermain kreatif, dan memecahkan masalah.
  • Anak-anak yang hanya menonton televisi tidak mengalami perkembangan imajinasi dan perkembangan otaknya secara lebih baik dibandingkan dengan membaca buku.
Tapi meskipun berderetnya dampak buruk dari televisi terhadap anak, bukan berarti anak-anak sama sekali tidak boleh menonton televisi. Toh ada beberapa tayangan televisi yang sedikit memberi dampak positif pada perkembangan anak, selama tayangannya masih proporsional. Dan peran orang tua dalam membimbing anak-anak (parenting) adalah hal yang paling penting. Efek buruk apapun yang disimak anak-anak akan dengan mudah dikontrol apabila ada bimbingan dari orang tua. Jadi, kalau anak sudah mendapatkan bekal yang bagus dari orang tua maka otomatis anak bisa memfilter berbagai informasi itu dan mereka tetap menjadi anak yang tidak meniru secara mentah tayangan televisi.

Friday, September 7, 2012

Pembiayaan Hidup Anak Pasca Perceraian


Dampak perceraian memang sangat luas, terlebih bagi pasangan yang sudah dikaruniai anak. Adakalanya, pasca perceraian, ketika hak asuh anak jatuh pada sang ibu, ayah lantas begitu saja meninggalkannya tanpa memberi nafkahnya lagi, terutama untuk anaknya yang notabene meskipun sudah bercerai dan hak asuh anak jatuh pada mantan istri, tetap saja tak serta merta sang ayah lantas tak lagi punya kewajiban untuk memberi nafkah bagi anak-anaknya.

Jika keadaannya seperti itu, maka sudah dipastikan ibu yang dalam hal ini mantan istri akan kelimpungan untuk menghidupi anak-anak hasil perkawinannya yang kandas. Iya kalau dia sebelumnya memiliki pengalaman untuk mencari nafkah, atau bekerja meskipun sudah bersuami, kalau tidak punya pengalaman sama sekali dan total hanya menjadi ibu rumah tangga selama perkawinan dan menggantungkan sepenuhnya pada suami sebagai pendonor keuangan keluarga, maka tentu itu akan sangat menyulitkan baginya.

Inilah beberapa aturan pokok mengenai hak asuh dan pembiayaan hidup anak menurut hukum pernikahan jika perceraian terjadi dan pasangan yang bercerai telah dikaruniai anak. Dan beberapa lainnya adalah hal-hal yang harus dilakukan oleh single parent pasca perceraian:

1. Jika sebuah perkawinan kandas di tengah jalan dan pasangan yang bercerai tersebut telah dikaruniai anak maka, baik ibu maupun bapaknya sama-sama memiliki kewajiban untuk membesarkan, memelihara, memberi nafkah dan mendidik anak mereka, bukan saja karena mereka pernah memiliki ikatan perkawinan, tapi hal itu semata-mata dilakukan demi kepentingan si anak.   

  • Bapak yang bertanggung jawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan si anak, apabila kemudian si bapak dalam kenyataannya tidak dapat memberi kewajiban tersebut, pengadilan dapat menentukan bahwa ibu ikut memikul biaya tersebut. (hukum positif –> berdasarkan pasal 41 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan).
  • Menurut pasal 149 huruf d juncto pasal 156 huruf d KHI berdasarkan Inpres Nomor 1 Tahun 1991), bahwa  Bapak tetap berkewajiban memberi nafkah untuk anak menurut kemampuannya, sekurang kurangnya sampai anak tersebut dewasa dan dapat mengurus dirinya sendiri (21 tahun). (Penegasan dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI)
  • Istri dapat dibenarkan meminta kepada suami untuk tetap memberikan nafkah kepadanya untuk jangka waktu tertentu pasca perceraian, melalui mekanisme pengadilan.


2. Lantas bagaimana jika dalam perceraian itu telah dibagi harta gono-gini? Pembagian harta gono-gini tidak serta merta menggugurkan kewajiban sang ayah untuk tetap membiayai kehidupan anaknya! Mengacu pada sistem hukum (baik hukum positif maupun hukum Islam), maka tidak ada “letak khusus” biaya untuk anak-anak yang orang tuanya bercerai dalam harta gono gini. Redaksi dari kedua peraturan perundang-undangan di atas sudah sangat jelas. Yang paling wajib untuk membiayai penghidupan si anak dari hasil perkawinan mereka adalah si bapak, baru kemudian apabila si bapak benar-benar tak dapat membiayai penghidupan anaknya dengan alasan-alasan tertentu seperti  misalnya cacat fisik yang menyebabkannya tak dapat mencari nafkah maka barulah si ibu dapat memikul biaya tersebut. Jadi walaupun harta gono gini telah dibagikan kepada bekas istri dan suami, tidak lantas menggugurkan kewajiban si bapak untuk memberi nafkah.

3. Biaya bagi anak meliputi seluruh kebutuhan hidupnya, sehingga seluruh hak-hak si anak dapat terjamin dengan baik yaitu hak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan.

4. Mantan suami istri dapat membuat kesepakatan bersama untuk bisa saling mengawasi dan memelihara investasi yg sudah berjalan demi kepentingan si anak. Jika diperlukan perjanjian dapat dibuat dalam bentuk akta notariil. Tujuannya adalah apabila salah satu pihak mengingkari kewajibannya, maka pihak yang ingkar dengan kewajibannya itu dapat dituntut di muka pengadilan beradasarkan pada ketentuan pasal 1365 (Perbuatan Melawan Hukum) dan atas dasar wanprestasi, karena jelas ia melanggar ketentuan yang telah diatur dalam undang-undang perkawinan khususnya pasal 41. Dan atas pelanggaran tersebut akan ada konsekuensi hukum, karena hukum bersifat memaksa.

Tindakan-tindakan preventif tersebut mutlak dilakukan untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak terduga apabila terjadi perceraian. Salah satu tindakan preventif yang dapat dilakukan adalah membuat suatu perencanaan keuangan keluarga sehingga anak tetap dapat terpenuhi kebutuhannya hingga selesai pendidikan tertinggi dan dapat mandiri secara financial.


______
Sumber gambar diambil dari majalah Femina

Tuesday, September 4, 2012

Potensi Keberhasilan dan Resiko Program Bayi Tabung

Bayi tabung adalah suatu teknik proses reproduksi dimana terdapat campur tangan manusia yakni dengan cara mempertemukan sel telur matang dan siap dibuahi dengan sperma di luar tubuh manusia (in vitro fertilization/IVF). Teknik ini menjadi alternative  bagi pasangan suami istri yang begitu mendapatkan momongan tapi sulit hamil. Dan karena untuk menjalani program bayi tabung ini memerlukan biaya yang tak sedikit, dan adakalanya juga menuntut pengorbanan-pengorbanan lainnya baik itu secara fisik maupun psikologis, ,maka ada baiknya sebelum Anda memilih untuk menjalani program bayi tabung ini, terlebih dahulu memahami prosedur, keuntungan, peluang terjadinya kehamilan dan juga resiko yang harus ditanggung selama menjalani program ini. Hal ini penting guna mempermudah dan menambah kesiapan mental, baik itu bagi sang calon ibu maupun calon bapak. 

Bagaimanapun, meski teknologi dan peralatan kedokteran yang dipakai untuk membantu terjadinya kehamilan pada program bayi tabung ini dinilai sudah sangat mutahir, ,namun bukan berarti tanpa kegagalan dan jresiko sama sekali. Ada banyak factor yang menentukan berhasil atau tidaknya program bayi tabung, yang diantaranya adalah usia wanita, cadangan sel telur, lamanya gangguan kesuburan yang dialami pasangan, riwayat ada atau tidaknya kehamilan sebelumnya, derajat kelainan, sarana dan fasilitas teknologi laboratorium, ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh tenaga medis klinik bayi tabung.

Dan dari sekian factor yang menentukan tersebut, factor yang paling penting adalah usia calon ibu. Pada usia kurang dari 30 tahun angka keberhasilannya 35-45 persen, pada usia 31-35 tahun peluang untuk terjadinya kehamilan 30-45 persen, pada usia 36-40 tahun peluang terjadinya kehamilan 25-30 persen dan pada usia lebih dari 40 tahun peluangnya 10-15 persen.

Lantas, apa saja resiko yang mungkin timbul akibat dari program bayi tabung ini, terutama bagi sang calon ibu dan bayinya. Setidaknya ada lima hal yang dapat dicatat di sini yang merupakan resiko umum dari program kbayi tabung ini. Apa saja resikonya?

  1. Terjadinya stimulasi indung telur yang berlebihan dan memungkinkan untuk terjadinya penumpukan cairan di rongga perut yang menimbulkan efek samping berupa rasa kembung, mual-mual, muntah, dan hilangnya selera makan. Tapi dengan beberapa perawatan khusus dan dibantu oleh dokter ahli, biasanya efek samping ini dapat dihindari atau setidaknya dapat diminimalisir.
  2. Saat pengambilan sel telur dengan jarum memiliki resiko yang fatal bila tidak hati-hati dan ditangani oleh dokter yang benar-benar ahli seperti misalnya terjadi pendarahan hebat, infeksi, dan juga kemungkinan mengenai kandung kemih, usus dan pembuluh darah. Tapi, dengan persiapan yang matang dan ditangani oleh dokter yang memang ahlinya, dan juga dengan bantuan teknologi ultrasonografi, keadaaan tersebut diyakpini tak akan terjadi.
  3. Risiko kehamilan kembar lebih dari 2 (dua) akan meningkat dengan banyaknya embrio yang dipindahkan ke dalam rahim.  Hal ini akan memberikan risiko akan persalinan prematur yang memerlukan perawatan lama. Dengan mempertimbangkan usia istri dan pembatasan jumlah embrio yang akan dipindahkan ke dalam rahim dapat mengurangi risiko tersebut.
  4. Tak seperti kehamilan alami yang lebih kuat, kehamilan dari program bayi tabung ini sangat rentan dengan keguguran di luar kandungan. Melalui pemberian hormon dan pemindahan embrio dengan panduan ultrasonografi, keadaan tersebut diharapkan tidak terjadi 
  5. Dan yang terakhir, risiko lain yang timbul dapat berupa biaya yang dikeluarkan, kelelahan fisik, dan stres emosional dalam menyikapi antara harapan dan kenyataan yang terjadi selama mengikuti bayi tabung.

Dari paparan singkat di atas mengenai prosedur, potensi keberhasilan terjadinya kehamilan, dan juga resiko yang mungkin mengintai dari program bayi tabung ini diharapkan pasangan yang sudah bersepakat memutuskan untuk menjalani program bayi tabung, dapat mempermudah dan menambah kesiapan mental, baik itu bagi sang calon ibu maupun calon bapak.

Thursday, August 2, 2012

Tips Agar Si Kecil Tak Susah Makan

Adakalanya si kecil susah makan, dan lebih suka ngemil. Padahal untuk usianya makanan yang baik merupakan pendukung utama pertumbuhannya. Lalu bagaimana agar si kecil tak susah makan? Beberapa trik berikut dapat Anda terapkan agar si kecil tak lagi susah diajak makan.
  • Hargai selera makan si anak. Anak-anak, secara alami hanya akan makan ketika ia lapar. Jangan pernah memaksanya untuk makan ketika ia belum lapar. Apalagi dengan memaksanya dan atau memberinya hukuman ketika ia tak menghabiskan makanannya.
  • Jadwalkan jam makannya. Setiap hari Anda harus menjadwal jam makannya sesuai rutinitas makannya. Pastikan juga Anda tak memberikan makanan lain seperti susu, cemilan dan sebagainya sejam menjelang jam makannya tiba, agar bila jam makannya tiba, anak-anak benar-benar sedang dalam keadaan lapar.
  • Jangan memaksanya untuk menghabiskan makanan dengan porsi yang terlalu banyak. Secara alami anak Anda memiliki takarannya sendiri seberapa baniyak makanan yang bisa dihabiskannya. Toh kalaupun anak Anda merasa kurang secara otomatis dia akan meminta sendiri untuk menambah porsi makannya.
  • Hindari suasana serius, tapi santai. Caranya mudah saja, matikan televisi, singkirkan mainan anak, siapkan kesabaran, dan daya kreatifitas Anda. Lalu ajak si kecil untuk mengenal warna, bentuk, dan kegunaan makanan yang diasupnya. Anda bisa melakukannya sambil mendongeng untuk mengajak buah hati mengetahui kegunan makanannya, dan happ… makanan pun masuk mulutnya perlahan-lahan.
  • Sajikan manana yang menarik di mata si kecil. Ini hanya butuh sedikit kreatifitas saja. Anak-anak cenderung menyukai bentuk-bentuk yang lucu dan warna-warna yang cerah. Untuk warna Anda bisa menyajikan irisan wortel, jagung atau tomat dalam makanan si kecil. Sedangkan untuk bentuk, Anda bisa membuat makanan dengan bentuk yang lucu seperti misalnya, telur mata sapi yang di beri bentuk muka dengan tambahan mata dan mulut dari tomat atau timun.
  • Libatkan anak. Sesekali ajak buah hati Anda untuk membantu memilih bahan makanan di pasar atau super market. Ajaklah untuk mengambil sayur atau buah yang hendak diolah sebagai sajian makanannya. Setiba di rumah ajak si kecil untuk membersihkan bahan makanan dan membantu menyediakan tempat sajian. Hal tersebut niscaya dapat membantu anak Anda bersemangat menyantap hidangannya.
Selamat mencoba dan semoga momok anak yang susah makan alias picky eater tak lagi menghantui pikiran Anda. Bayangan buah hati tercinta kekurangan nutrisi maupun mudah terserang penyakitpun segera lenyap dari benak Anda. Semoga berhasil.

Harga Diri Pada Anak

Salah satu tolak ukur bahwa pengasuhan orang tua terhadap anak telah efektif adalah bila anak mampu mengembangkan harga diri yang sehat. Banyak masalah perilaku muncul pada anak berawal dari rasa harga diri yang rendah. Seperti disebutkan di sini, antara lain, perilaku terus menerus merasa diri tak mampu belajar, menuntut perhatian yang berlebihan dari orang lain, berbohong, atau justru tampil berlawanan seperti suka menyombongkan diri dan senang menyakiti hati orang lain. Harga diri (self-esteem) bukan sekedar berarti seberapa besar kita menyukai diri kita. Menurut Bettie Youngs dalam bukunya, How to Develop Self-Esteem in Your Child (1991), harga diri adalah suatu gambaran mengenai kombinasi nilai pribadi yang dipersepsikan oleh seseorang.

Harga diri merupakan kecenderungan untuk mengalami bahwa diri kita layak merasakan kebahagiaan, kesehatan dan kesejahteraan, rasa hormat, persahabatan, cinta, prestasi, serta kesuksesan. Sementara itu, Nathaniel Branden (dalam buku yang sama) melihat harga diri sebagai jumlah terintegrasi dari self-efficacy dan self-respect. Self-efficacy diartikan sebagai keyakinan pada kemampuan pada diri untuk berpikir kemudian menilai, memilih, dan memutuskan. Dengan kemampuan ini seorang anak dapat mengetahui dan memahami kepentingan ataupun kebutuhannya. Pengalaman self-efficacy menghasilkan rasa kendali atas kehidupan pribadinya. Self-respect berarti dukungan terhadap nilai-nilai seseorang. Merupakan sikap afirmatif terhadap hak untuk hidup dan bahagia, menuju kebebasan untuk menyatakan pikiran, keinginan, dan kebutuhannya. Pengalaman ini memungkinkan seseorang untuk saling memperhatikan dengan orang lain dan memungkinkan rasa tenang dalam berhubungan dengan mereka. Self-efficacy dan self-respect merupakan pilar ganda dari harga diri yang sehat. Jika salah satu tidak ada, harga diri menjadi terganggu.  

Pentingnya harga diri
Setiap orang ingin tahu bahwa dirinya mampu mengatasi berbagai tantangan hidup. Harga diri penting untuk kelangsungan hidup manusia secara psikologis, merupakan kemampuan untuk mendefinisikan siapa dirinya, kemudian memutuskan apakah dia menyukai identitasnya atau tidak. Lebih lanjut Youngs mengatakan, harga diri adalah pusat dari apa yang kita hasilkan dari kehidupan kita—menunjukkan kesetiaan dalam mengembangkan pribadi kita dan kepedulian terhadap orang lain. Merupakan inti dari apa yang akan kita capai dalam perjalanan hidup kita. Mungkin tidak ada yang dapat mempengaruhi kesehatan dan energy, ketenangan pikiran, penetapan tujuan hidup dan pencapaiannya, kebahagiaan batin kita, kualitas hubungan kita, kompetensi, kinerja, serta produktivitas, sebanyak kesehatan harga diri kita. Karena harga diri sangat penting bagi ikthiar manusia, kita perlu tahu bagaimana kita, sebagai orang tua, dapat mengasuh dan membantu anak-anak kita mengembangkan rasa diri yang akan menghasilkan kekuatan mental dan motivasi, menciptakan keinginan untuk sukses dan unggul, serta mengaktualisasikan potensi yang ada. Ini merupakan salah satu peran paling penting sebagai orang tua. Harga diri mempengaruhi segala sesuatu yang kita lakukan dan katakan karena perilaku kita konsisten dengan gambaran mental yang kita pegang dari diri kita sendiri. Hal ini berlaku untuk anak-anak ataupun untuk orang dewasa.

 Peran orang tua
Kita harus merasa mampu dan berarti dalam hidup ini. Pada anak-anak, kebutuhan ini lebih kuat karena mereka meyakini bahwa mereka hanya mempunyai sedikit kontrol atas kehidupan mereka. Anak kecil, misalnya, akan makan makanan yang telah disajikan, dan pergi ke tempat mereka di bawa oleh ibu dan ayahnya atau mengerjakan tugas yang diminta oleh guru. Karena itu, perlu ada cara untuk mengembangkan perasaan tersebut, salah satunya adalah membuat anak memiliki tujuan. Hal ini tentunya disesuaikan dengan usia dan kondisi anak. Sebagai orang tua, mengajarkan anak keterampilan untuk menetapkan tujuan dapat dimulai dengan menunjukkan bagaimana mengidentifikasi apa yang penting bagi dia kemudian mengembangkan rencana untuk mencapai tujuannya. Bahkan jika tujuan tersebut tidak segera tercapai karena berjangka panjang (memikirkan sepuluh tahun lagi ingin menjadi penyanyi professional), orang tua perlu terus memberi perhatian, memantau, dan menerima apa yang mereka telah perbuat serta capai. Menjadi tanggung jawab orang tua untuk memotivasi anak-anak dalam penetapan tujuan mereka karena, dengan melihat terpenuhinya tujuan-tujuan tersebut, anak akan membangun kepercayaan dan keyakinan diri, yang pada gilirannya membuat harga diri mereka meningkat dan terpelihara.  

Anak dengan harga diri tinggi
Youngs mengidentifikasi beberapa cirri anak yang mempunyai harga diri tinggi:
  1. Ada kesediaan untuk berpartisipasi, ingin bergabung dengan orang lain, merasa aman dengan kemampuan mereka untuk berhasil, atau paling tidak untuk mencoba bersenang-senang.
  2. Ada kesediaan untuk berbagi, senang berbicara tentang diri dan minat mereka.
  3. Punya kemampuan untuk menerima saran tanpa melihatnya sebagai kritik.
  4. Merasa nyaman dengan kesendirian mereka. Artinya, mereka tidak harus dikelilingi oleh orang lain setiap saat.
  5. Punya komitmen untuk mencapai sesuatu, ingin melakukannya dengan baik, dan tidak terintimidasi oleh tantangan untuk memahami sesuatu yang mereka belum mengerti. Mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri dan tidak cepat putus asa untuk menjadi seseorang yang lebih baik.
Singkatnya, seorang anak yang mencakup sifat-sifat tersebut mengembangkan perasan kuat dan rasa diri berharga yang membuat dia senang atau puas dengan dirinya. Ia terbuka, peduli, serta penuh rasa kasih dan sayang. Dia bangga dengan dirinya dan menyenangkan untuk berhubungan bersamanya. Dia juga akan “memperkaya” hidup orang tua dengan terus berkembang sepanjang hidupnya, dewasa dan stabil secara emosional.  

Sumber: Kompas, Minggu, 18 Maret 2012. Penulis: Agustine Dwiputri

Mendorong Minat Menabung Pada Si Kecil

Menabung pangkal kaya, begitulah pepatah lama mengatakannya. Dan memang, kebiasaan menabung sejak kecil, disamping untuk mendidiknya agar tak boros, juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan-keperluan si anak sendiri. Bagi orang tua yang memiliki penghasilan tidak dari satu satu sumber saja, misalnya disamping dari pendapatan si ayah, si ibu juga ikut bekerja, maka boleh jadi tak cemas dengan keadaan financial rumah tangganya. Namun, untuk keluarga yang hanya memiliki satu sumber pendapatan, apalagi pendapatan yang dihasilkan dari sumber tersebut tak seberapa jumlahnya, tentu harus lebih cerdik mengelolanya agar tak putus di pertengahan bulan.

 Dan salah satu pengelolaan keuangan keluarga, disamping kita sebagai orang tua harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, kita juga bisa melibatkan buah hati dalam pengelolaan keuangan keluarga. Hal ini disamping bermanfaat bagi cash flow keuangan keluarga, juga bisa digunakan sebagai sarana untuk mendidik buah hati tentang pengelolaan masa depan. Tentu saja, tingkat pelibatan ini harus sewajarnya saja, jangan sampai membebani anak-anak Anda dengan masalah financial keluarga.

Sebuah buku berjudul ½ Price Living, Rahasia Kehidupan Impian dengan Satu Pemasukan yang ditulis oleh Ellie Kay, menjabarkan tentang pentingnya berbagai pemahaman dengan anak mengenai kondisi keuangan keluarga. Orang tua dapat membantu anak mengatur anggaran untuk dirinya sendiri. Jika mereka mampu melakukannya, anak turut mendukung kestabilan keuangan keluarga. Orang tua bisa memotivasi anak, bila ia tak menghabiskan uang jajan, sisanya boleh ditabung. Dan uang tabungan itu bisa digunakannya kelak untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

 Misalnya bila suatu saat anak Anda merengek minta dibelikan tas bermerk atau mainan canggih yang harganya lumayan mahal. Ajaklah si anak ngobrol santai namun bermakna, seperti misalnya menerangkan pada si kecil tentang perbedaan antara keinginan dengan kebutuhan. Terangkan juga padanya bahwa yang utama dari sebuah barang adalah fungsi, bukan merk. Bisa jadi, barang yang mahal kwalitasnya tak lebih bagus daripada barang yang harganya sedang-sedang saja. Namun, bila si kecil tetap bersikeras ingin barang dengan merk yang sama, ajak si kecil untuk mempunyai kebiasaan menabung. Kelak, dari hasil tabungannya ia bisa membeli barang tersebut dan orang tua akan menambal sisanya.

 Dari obrolan ringan tersebut, secara tidak langsung kita berbagi tanggung jawab mengenai masalah keuangan dengan si anak, dan secara tidak langsung bermanfat ganda. Selain membantu menghemat pengeluaran, hal ini juga dapat mengajari anak tentang nilai-nilai etos. Diskusi tentang cara mendapat uang untuk menabung juga perlu dilakukan. Orang tua dapat memancing ide dari anak-anak tentang kegiatan yang bisa mendatangkan uang tambahan. Misalnya, membuat kue kecil atau es mambo dan mendirikan kios kecil-kecilan untuk menjual kue-kue atau es buatannya.

Saturday, March 19, 2011

Menyetop Anak Berlaku Buruk

TERKADANG anak berlaku buruk bukan karena kemauan mereka, tetapi mereka tidak tahu dampaknya kepada dirinya dan orang lain. Oleh karena itu mereka harus dibuat untuk mengintropeksi dirinya, dengan melihat keadaan mereka pada saat berperilaku buruk, dengan melihat keadaan dirinya dan mendapat pelatihan dari orangtuanya.

Dengan cara seperti itu anak akan mudah berubah dengan sangat cepat, tanpa harus diperintah atau dibentak. Anda akan menjadi orang tua yang bebas dari stress. Dan anda mengubahnya tanpa harus melakukan upaya yang begitu besar, karena mereka akan menghipnotis dirinya sendiri.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk cara ini. Salah satunya dengan memberikan pemahaman jika berlaku buruk bukan saja akan merugikan orang lain tapi juga dirinya sendiri. Berikan pemahaman jika berbuat tidak baik maka justru akan merugikan dirinya sendiri karena akan dijauhi oleh teman-temannya.

Lantas bagaimana jika anak tetap enggak mau nurut dan tetap saja berlaku buruk? Sebagai orangtua Anda yang harus pegang kendali. Bila anak masih tetap tidak mau berubah dan malah mengamuk jangan sampai ngalah, apalagi si anak mengatakan memilih untuk bersikeras dengan kebiasaannya. Kalau sekali saja anak diberi keleluasaan, ia akan menggunakan cara yang sama berulang kali. Ada baiknya juga tetapkan hukuman jika si anak tetap membandel seperti misalnya jika ia tetap berlaku buruk maka hukumannya adalah potong uang jajan selama seminggu, dan sebagainya. Jangan pernah mengalah atau kasihan jika itu memang untuk mendidik si anak hanya karena si anak merengek atau mengamuk. Dengan sikap keras yang kita miliki, si anak pun akan memperhatikan apakah dengan cara seperti itu akan mendapat yang diinginkannya. Nantinya si anak akan sadar dengan menggunakan cara seperti itu, dirinya tidak akan mendapatkan apapun.

4 Kiat Melatih Anak bangun Pagi

salah satu hal yang paling bikin keki pagi hari bagi yang memiliki anak kecil usia sekolah adalah membangunkan mereka sepagi mungkin untuk berangkat ke sekolahtapi, kendala yang kadang harus ditemui adalah si anaksusah sekali untuk dibangunkan hingga akhirnya tak jarang anak menjadi terlambat masuk sekolah.

Tapi, sebelum Anda murka dan harus marah-marah tiap pagi hanya gara-gara harus berjibaku dengan sang anak agar mau bangun lebih pagi, bukankah lebih baik jika kita mencari solusinya daripada kekesalan itu segera menjadi rutinitas tiap pagi. Apa solusinya?

Salah satu aktifitas rutinitas pagi hari yang biasanya memicu frustrasi para orangtua adalah saat membangunkan si kecil. Saking sulitnya dibangunkan, si kecil sering terlambat masuk sekolah. Pintu pagar sekolah pun sudah ditutup. Tapi kalau si anak gagal masuk halaman sekolah, malah orangtuanya yang kena sasaran kemarahan anak. Katanya, mengapa dirinya tidak dibangunkan pagi-pagi? Wah, inilah suka duka membiasakan bangun pagi pada anak-anak. Solusinya? Biasanya anak usia tiga hingga lima tahun tidur antara 10-14 jam sehari. Termasuk tidur siang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah, bahwa semakin awal anak tidur pada malam hari, maka semakin awal juga ia bangun keesokan harinya.

Nah, untuk melatih agar sang anak memiliki kebiasaan bangun pagi tentu ada kiat-kiat tertentu yang harus Anda terapkan. Beberapa kiat atau cara untuk membuat dan melatih anak Anda memiliki kebiasaan bangun pagi diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Mencari akar masalah
Seorang anak menjadi susah untuk bangun pagi biasanya adalah karena ia terlambat untuk tidur pada malam harinya. Untuk itu, tanyakan pada sang anak tentang apa yang membauatnya sering terlambat tidur. Jika sudah ketemu akar masalahnya tentu akan lebih mudah untuk mencari solusinya. Misalkan si anak punya kebiasaan minum minuman yang mengandung kafein, maka tentu solusinya adalah pastikan anak Anda tidak meminum minuman yang mengandung kafein pada sore hari. Kemungkinan lain yang bisa terjadi yang membuat anak menjadi begitu sulit untuk bangun pagi adalah karena ia tidak pulas ketika tidur, yang pada akhirnya jam tidurnya menjadi berantakan. Tanyakan padanya apa yang membuatnya tidak lelap ketika tidur. Biasanya karena factor mimpi atau ketakutan-ketakutan yang ditimbulkan oleh imajinasinya sendiri. Maka solusi yang bisa dicoba adalah ajarkan kebiasaan berdoa sebelum tidur pada sang anak. Kebiasaan berdoa sebelum tidur akan mensugesti otaknya untuk tidur lebih tenang. Atau bisa juga karena sang anak memang memerlukan waktu yang lebih lama untuk tidur. Setiap anak kadang memiliki kebiasaan tidur yang lebih lama satu atau dua jam dibanding yang lain. Jika begitu tentu hal yang harus dilakukan adalah pastikan anak sudah tertidur satu atau dua jam lebih awal.

2. Gunakan cara terbaik untuk membangunkan anak
Untuk mencari tahu apa hal paling efektif untuk membangunkan si anak adalah tentu saja dengan mencoba segala metode untuk membangunkannya. Tidak semua anak merespons metode yang sama. Ada yang langsung terbangun ketika Anda menyalakan lampu di kamarnya. Ada yang hanya perlu disentuh sedikit sambil dipanggil namanya. Namun ada juga yang harus diguncang-guncang, bahkan didudukkan sambil sedikit diseret keluar. Cari cara terbaik dan cocok untuk si kecil.

3. Aktifitas pagi yang menyenangkan
Agar anak memiliki sugesti untuk bangun pagi adalah dengan menyiapkan kegiatan yang menyenangkan tiap pagi dalam keluarga seperti misalnya olahraga bersama, sarapan pagi bersama dengan menu makanan yang begitu disukainya, menyetop film kesukaannya di titik di mana film sedang seru-serunya pada hari sebelumnya dan katakana padanya bahwa film itu akan diputar lagi esok hari jam setengah enam pagi, dan sebagainya. Pastikan ia begitu menyukai kegiatan tersebut hingga ia tak ingin melewatkannya tiap pagi. Pastikan bahwa ia sampai pada tahap pikir atau termotivasi bahwa jika ia bangun siang maka akan ketinggalan kegiatan yang disukainya. Kalau sudah begitu, tentu akan lebih mudah untuk merangsangnya bangun lebih awal.

4. Biasakan si kecil bangun sendiri
Membiasakannya bangun sendiri memang akan sulit, karena itu Anda perlu bersabar dalam mendorong anak melakukannya. Namun Anda harus melalui tahapan ini, karena jika tidak, anak akan kesulitan membangunkan dirinya sendiri hingga dewasa nanti. Dengan mengajak anak belajar bangun sendiri, secara tak langsung Anda juga mempersiapkan masa depannya menghadapi dunia nyata.

Cara Bijak Menjawab Pertanyaan Seputar Seks Pada Anak

Pertanyaan yang diajukan anak-anak sering membuat orangtua bingung untuk memberi jawaban yang tepat. Terutama bila pertanyaan tersebut berkisar pada masalah seks semisal, “Ma, bayi datangnya dari mana, sih?” atau “Bunda, kok, enggak punya penis seperti aku?” Biasanya Anda tidak menyangka pertanyaan yang sulit ini diajukan si kecil yang masih begitu belia. Apalagi kadang anak bertanya pada saat yang tidak tepat. Yang patut disadari orangtua, bila anak bertanya tentang seks, dia memang ingin tahu dan mengerti. Lewat pembicaraan masalah biologi dengan anak, Anda dapat membantu proses awal pembahasan seksualitas dan masalah-masalah sulit lainnya. Menjawab pertanyaan dengan jujur dan berdasar fakta merupakan cara terbaik. Inilah contoh-contoh pertanyaan yang umum ditanyakan para orang tua dan jawaban ahli.



Kapan dan umur berapa anak dapat membicarakan perbedaan gender dan seksualitas?
Dengan membantu anak mengenali seluruh anggota tubuhnya sedini mungkin, misalnya pada usia 3 tahun, dan dengan memperkenalkan anggota tubuh mereka dengan istilah-istilah yang tepat, Anda membantu anak menjadi lebih nyaman dengan dirinya sendiri. Dengan bertambahnya usia mereka, Anda akan lebih mudah membicarakan masalah seks dengan mereka.

Bagaimana cara tepat menerangkan anggota tubuh kepada anak yang masih kecil?
Gunakan istilah yang benar seperti penis, vagina, anus, dan lainnya. Sebab, bila tidak, anak akan menggunakan istilah-istilah yang tidak tepat dan kerap terdengar kasar atau tak sopan. Selain itu, istilah yang kurang tepat akan memberi pengertian yang salah terhadap fungsi dari anggota tubuh tersebut. Bila Anda mendengar mereka mengucapkan istilah-istilah yang tidak sopan, segera koreksi anak dan minta ia tidak menggunakannya lagi.

Bila anak saya bertanya tentang bagian yang sangat pribadi di depan umum, apa yang harus saya lakukan?
Bila si kecil bertanya, “Mama, bolehkah saya melihat vagina Mama?” padahal saat itu Anda berdua sedang berada di sebuah toko, jangan buru-buru marah atau panik. Itu hanya karena keingintahuannya melintas begitu saja di benaknya, alias tiba-tiba. Yang terpenting adalah memastikan bahwa Anda memberi keterangan yang benar sekaligus memberinya keterampilan untuk mengerti situasinya. Anda dapat menjawab, “Kamu benar, anak perempuan memiliki vagina dan anak laki-laki punya penis.” Lalu atur batasan-batasan semisal, pertanyaan yang diajukan itu tidak dapat dilakukan di mana saja. Ada tempat tertentu untuk membicarakannya secara tertutup. Ingatkan pula, di mana Anda dan dia saat membicarakan tentang seks. “Kamu masih ingat, kan, kita pernah bicara soal anggota tubuh di rumah. Jadi, bukan di toko seperti ini.”

Bolehkah saya tetap bugil di depan anak usia 3 tahun?
Dengarkan kata hati Anda! Bila Anda merasa nyaman-nyaman saja, gunakan kesempatan tersebut untuk menjelaskan dengan memberi jawaban sederhana atas pertanyaannya secara jujur dan langsung. Bila tidak, gunakan buku untuk memperlihatkan perbedaan anggota tubuh yang Anda dan dia miliki. Orangtua yang bijak mengetahui keterbatasan yang dimiliki buah hatinya.

Anak saya sangat sering memegang alat kelaminnya. Mengapa dia melakukannya dan apa yang harus saya lakukan?
Bila anak-anak menyadari dengan memegang alat kelamin memberinya kenikmatan dibanding menyentuh anggota tubuh lainnya, ia akan melakukannya dan mengulanginya lagi. Hal ini Merupakan rangsangan bagi diri mereka sendiri, bukan diarahkan untuk satu tujuan tertentu. Mereka melakukannya karena membuatnya merasa nikmat. Itu saja, kok, alasannya. Tak perlu memarahi anak. Dibutuhkan waktu lama bagi anak-anak untuk menyadari hal ini. Tapi begitu paham, mereka akan mengerti dengan baik. Anak-anak sangat memperhatikan diri mereka dan sulit baginya untuk menerima bahwa ada orang lain di dunia ini dan bahwa perilaku tertentu harus tergantung di mana kita berada.

Bagaimana cara menjawab pertanyaan, “Dari mana datangnya bayi?”
Anda perlu mendengar secara aktif. Artinya, cari tahu apa yang betul-betul ingin diketahui anak tentang konsep ini. Ajukan pertanyaan padanya secara lembut dan hati-hati. Belum tentu apa yang dipikirkan anak sama dengan apa yang Anda pikirkan. Mungkin ia hanya ingin tahu, di rumah sakit mana dia dilahirkan. Atau dengan menjawab, “Bayi datang dari mamanya,” anak sudah merasa puas. Biarlah pertanyaan anak menjadi panduan Anda. Bila Anda terlalu banyak memberi informasi pada anak berusia 5 tahun, ia justru akan tambah bingung dan semakin tidak mengerti. Bila si kecil terlihat bingung, sebaiknya bicarakan bagaimana bayi mulai ada di dalam kandungan dan hal ini berarti Anda mulai membicarakan tentang seks. Pastikan anak tahu bahwa Anda senang bila dia bertanya pada Anda dan Anda dengan senang hati menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Mudah-mudahan dengan cara ini, dia akan terus melakukan hal yang sama bila sudah lebih besar nanti. Dengan kata lain, ia tak mencari jawaban dari sumber yang salah.

Apa yang harus dilakukan bila di sekolah ia menceritakan seputar seks seperti yang kami lakukan di rumah, sementara teman-temannya tidak mengalami hal serupa di rumahnya?
Bila Anda mulai membicarakan masalah seputar seks dengan anak, katakan padanya, informasi ini Anda berikan hanya untuk dia dan bukan untuk diceritakan pada teman-temannya karena mereka akan membicarakan hal ini dengan orangtua masing-masing. Meski bisa saja anak tetap menceritakannya pada teman-temannya, penting untuk menyampaikan dan menekankan, pembicaraan ini hanya untuk dibicarakan di dalam rumah.

Sumber artikel: Tabloid Nova, Edisi 25-31 Desember 2006

Tuesday, March 8, 2011

Resep Herbal Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Dr. Vivi K. Tjahyadi seorang dokter ahli herbal dari Klinik Herbal Karyasari membagi tips herbalnya untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan yang kerap diderita oleh ibu pasca melahirkan dan menyusui. Bahan-bahan herbal yang digunakan untuk mengatasi beberapa masalah pada ibu sehabis melahirkan dan menyusui ini sangat mudah didapat karena bahan-bahan tersebut memang sedemikian dekat dengan keseharian ibu-ibu yang biasa berjibaku di dapur.

Apa saja resep-resepnya? Ini dia...

1. Resep herbal untuk memperlancar ASI

Bahan:

  • Air secukupnya

  • 3 genggam daun katuk muda

  • 3 siung bawang merah, iris tipis

  • 1 lembar daun salam

  • 1/3 sendok teh garam

  • Gula merah secukupnya


Cara membuat:

  1. Masak air sampai benar-benar mendidih.

  2. Setelah air sudah mendidih, masukkan bahan-bahan yang sudah disiapkan tadi.

  3. Tunggu hingga rasa air tersebut terasa agak manis. Angkat.

  4. Ramuan pun siap digunakan.


Cara pakai: Disantap sebagai makanan sehari-hari.


2. Resep herbal untuk puting lecet

Bahan:

  • Daun pegagan secukupnya

  • Minyak zaitun secukupnya


Cara membuat:

  1. Daun pegagan beberapa lembar digodog dengan minyak zaitun secukupnya.

  2. Tiriskan sampai digin


Cara pakai: Oleskan pada bagian putting yang lecet.


3. Resep herbal untuk mengatasi kaki bengkak

Bahan:

  • Asam kawak

  • Ragi tape

  • Air secukupnya


Cara membuat:

  1. Campur semua bahan dalam satu wadah

  2. Remas-remas hingga semua bahan dipastikan tercampur sempurna

  3. Ramuan pun siap digunakan.


Cara pakai: Balurkan ramuan ini pada kaki yang bengkak menjelang tidur malam.

4. Ramuan herbal untuk mengatasi perut kendur sehabis melahirkan

Bahan:

  • 1 butir kelapa


Cara membuat:

  1. Parut sebutir kelapa, lalu peras dan ambil santannya

  2. Kemudian santan tadi direbus hingga mendidih dan menjadi minyak kelapa.


Cara pakai: Balurkan di sekitar kulit perut 2 kali sehari setelah mandi.

5. Ramuan herbal untuk membersihkan nifas

Bahan:

  • 1 rimpang lengkuas muda sebesar 3 ibu jari

  • Air secukupnya


Cara membuat:

  1. Rimpang lengkuas yang masih muda sebesar 3 jari dicuci lalu potong-potong, rebus dengan air secukupnya.

  2. Saring airnya


Cara pakai: Diminum satu kali sahari.

6. Ramuan herbal untuk mengatasi radang payudara

Bahan:

  • Beberapa lembar daun sirih

  • Minyak kelapa secukupnya


Cara membuat:

  1. Beberapa daun sirih diolesi minyak kelapa

  2. Hangatkan di atas api sehingga layu.


Cara pakai: Hangat-hangat ditempelkan di seputar payudara bengkak.


Meski ramuan herbal ini aman, namun tak ada salahnya juga bila sebelum menggunakan ramuan herbal ini terlebih dahulu dikonsultasikan dengan dokter Anda.

Tuesday, March 1, 2011

Tahapan yang Harus dilalui Sebelum Memutuskan untuk Hamil

Tahapan-tahapan apa saja yang harus Anda lalui bersama pasangan sebelum memutuskan untuk hamil dan mempunyai anak. Ini dia tahapan-tahapannya:

Kesepakatan Bersama
Karena memiliki anak merupakan keputusan yang menyangkut kelangsungan rumah tangga Anda bersama pasangan, maka sebelum memutuskan untuk hamil Anda wajib membicarakannya dengan pasangan Anda. Jangan sampai keinginan untuk menimang buah hati merupakan keinginan sepihak karena itu akan menyulitkan Anda ketika mengurusnya nanti. Jika suami Anda merasa belum siap untuk menimang buah hati, sebaiknya jangan memaksakan diri meskipun Anda sudah benar-benar menginginkannya.

Pertimbangkan Kepentingan Anda dan Pasangan
Ada kalanya sebuah pasangan memutuskan untuk menunda kehamilan karena didasari atas beberapa pertimbangan kepentingan seperti masih sama-sama sibuk, faktor ekonomi, dan sebagainya. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk hamil Anda harus mempertimbangkannya kembali keputusan Anda dulu untuk menunda kehamilan. Apa yang menjadi alasan bagi Anda dan pasangan untuk menunda atau melangsungkan kehamilan harus dipelajari lagi. Perhitungkan keuntungan dan kerugian dari keputusan yang Anda berdua ambil.

Faktor Usia
Perhatikan usia Anda dan suami. Apabila Anda dan pasangan mempunyai umur yang sudah lanjut, sebaiknya hentikan program menunda kehamilan jika itu keputusan yang diambil, karena semakin lama menunda kehamilan, maka tingkat imunitas yang dimiliki pada seorang wanita semakin tinggi sehingga menyebabkan sperma mati dan akhirnya menjadi sulit punya anak.

Faktor Keturunan
Perhatikan silsilah keluarga jika Anda an pasangan dari keluarga kecil yang sama-sama susah memiliki anak, sebaiknya tidak menunda kehamilan.

Jaga kesehatan Anda
Menjaga kesehatan adalah hal dasar yang penting. Pastikan tubuh Anda cukup nutrisi. Ingat, bahwa wanita yang sehat akan lebih mudah hamil daripada yang mempunyai berat badan yang berlebihan atau kurang.

Tips Membuat Anak Pandai Mengunyah

Apakah Anda punya masalah dengan anak Anda yang malas mengunyah makanan dan lebih suka makan makanan yang lembek sementara umurnya sudah menginjak 17 bulan? Normalnya, untuk anak yang berumur di atas 12 bulan memang sudah bisa memakan makanan orang dewasa. Jadi, jika anak Anda di atas umur 12 bulan masih ogah makan selain makanan lembek bisa jadi karena anak Anda terlalu malas mengunyah. Lalu, apa yang harus Anda lakukan agar si anak mulai mau mengunyah? Tentu saja harus diajari, karena memang faktanya seperti halnya anak belajar berjalan, keterampilan mengunyaj pun perlu diajari dan dilatih, karena pada dasarnya keterampilan makan bukanlah bersifat naluri, tapi mesti dipelajari dan dilatih.

Menurut para ahli, pada usia 6 bulan merupakan periode emas di mana sang anak harus sudah diajari beberapa keterampilan yang sifatnya sederhana, termasuk keterampilan makan. Setelah pada 6 bulan ke bawah bayi hanya mendapat asupan ASI ekslusif, maka untuk 6 bulan ke atas bayi sudah harus diberi makanan tambahan (MPASI). Melalui MPASI inilah saatnya sang ibu mengenalkan pada bayinya makanan padat untuk melatih pencernaannya dan juga keterampilan makan sang bayi. Ingatlah, keterlambatan pemberian makanan padat dapat berakibat tidak terlatihnya keterampilan makan anak. Jadi kalau kemudian pada usia anak di atas satu tahun ternyata masih belum juga mau memakan makanan padat bisa jadi saat pengenalan MPASI, anda sebagai orang tua terlambat untuk mengenalkan tekstur makanan kepada si kecil.

Lantas apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasi kebiasaan anak yang malas mengunyah itu? mulai sekarang ketika Anda akan memberi makan pada si kecil berikanlah secara bertahap dari makanan padat yang lumat, agak kasar, lalu kasar. Dalam tahap ini biasanya karena belum terbiasa, ketika kita memberi makanan padat sang bayi akan menolak dan menyembur-nyemburkan makanannya. Jika sudah begini, maka sebaiknya hentikan memberinya makanan padat dan Anda bisa memberinya makanan lumat kembali. Barulah pada sore harinya Anda bisa coba lagi dengan memberinya makanan padat kembali. Ulangi pemberian makanan padat setiap pagi, siang dan sore.

Yang tak kalah penting, agar si kecil tertarik untuk mencoba dan mencoba lagi ketika Anda memberinya makan, sebaiknya ciptakan suasana makan yang menyenangkan bersama si kecil, seperti penyajian makanan yang menarik, prangkat saji yang lucu dan membuat bayi Anda menyukainya, dan sebagainya. Jadi pada intinya, yang perlu Anda lakukan untuk melatih bayi Anda mau mengunyah makanan padat adalah ketelatenan dan kesabaran Anda dalam melewati prosesnya. Jika Anda telaten, tak perlu waktu satu bulan, anak Anda pasti akan mahir mengunyah makanan padat.
Template by - Abdul Munir - 2008