Monday, December 26, 2011

Mengenali Penyebab Anak Malas Sekolah dan Mencari Solusinya

Siapapun pasti akan setuju dengan kalimat; pendidikan itu penting. Apalagi pendidikan menyangkut si buah hati. Tapi bagaimana jadinya jika kemudian si buah hati tiba-tiba menjadi malas untuk pergi ke sekolah. Anak kita tiba-tiba mogok sekolah padahalsedang tidak sakit. Sering bangun kesiangan, malas belajar, tidak mau mengerjakan PR, membolos di tengah pelajaran adalah indikasi-indikasi anak mulai tidak mau sekolah. Sebelum terlanjur murka pada sang anak atau menyimpulkan sendiri masalah sang anak berdasarkan asumsi ada baiknya orang tua terlebih dahulu mencari tahu apa penyebab sang anak jadi berlaku seperti itu.

Logikanya, tentu ada hal-hal tertentu yang membuat anak menjadi tidak mau sekolah. Jiwa anak begitu sensitive, oleh karenanya Anda perlu tahu apa alasan anak menjadi malas untuk pergi ke sekolah. Inilah kemungkinan-kemungkinan yang melatar belakangi sang anak jadi malas ke sekolah:


  • Bisa jadi ada hal tertentu di sekolah yang membuat sang anak takut untuk hadir di sekolah, misalnya teman-teman di sekolahnya yang nakal dan anak tidak berani atau tidak mampu untuk membela dirinya. Bisa juga karena guru yang terlalu killer yang membuat anak menjadi ketakutan setiap kali mengikuti pelajaran sang guru tersebut. Atau bisa juga hal-hal lain yang bersentuhan dengan ketakutannya tapi si anak tidak mau mengatakannya pada Anda.

  • Bisa juga karena sang anak sedang mencari perhatian. Kondisi ini bisa saja terjadi, terutama jika sang anak merasa kurang diperhatikan oleh orang tuanya yang mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaan, dan sebagainya. Akibatnya sang anak suka membolos hanya karena ingin diperhatikan oleh guru, teman-teman sekolahnya, dan juga orang tuanya.

  • Atau bisa juga karena anak kelelahan akibat terlalu banyak dijejali les. Les memang sebenarnya baik untuk sang anak dan bisa membantunya untuk mendongkrak prestasi di sekolah, tapi terlalu banyak les akan membuat fisik dan kejiwaan sang anak menjadi lelah. Akibatnya sang anak pun menjadi malas untuk berangkat ke sekolah.

  • Kemungkinan lainnya adalah karena terlalu jauhnya jarak antara sekolah dengan rumah si anak. Adakalanya orang tua menginginkan anaknya bisa bersekolah di sekolah unggulan, meski kenyataannya jarak sekolah itu terlalu jauh dari rumahnya sang orang tua tetap ngotot untuk memasukkan anaknya ke sekolah unggulan tersebut tanpa mempertimbangkan kondisi jarak yang bisa jadi itu akan membuat fisik sang anak jadi kelelahan.

  • Dan kemungkinan yang terakhir adalah kurang tepatnya didikan orang tua. Terkadang dijumpai orang tua yang terlalu keras mendidik anak, kurang tepat, bahkan salah. Anak pun bisa kabur dan membolos sekolah sebagai bukti pemberontakannya.


Mencari Solusinya
Jadi, ketika anak mulai menunjukkan tanda-tanda enggan masuk sekolah, sebaiknya Anda segera mempelajari dan memahami kondisi atau permasalahan yang dihadapi anak.

Setelah menemukan permasalahan anak yang sebenarnya, ajaklah anak berdiskusi. Mulai dari keluh kesahnya, keinginannya, dan ajarkan anak untuk mengambil sikap yang bijak untuk mengatasi persoalannya. Jika permasalahan terdapat di sekolah, cobalah Anda bicarakan dengan gurunya. Apabila anak mengalami ketakutan, ajaklah anak untuk mengatasi rasa takutnya dengan mencari tahu cita-cita anak sesungguhnya. Pancinglah anak untuk menggapai impiannyauntuk mengusir rasa takutnya.

Paling penting, saat anak enggan ke sekolah, Anda perlu mendampinginya dengan kesabaran. Bersikaplah bijaksana tanpa menggunakan emosi berlebih saat menghadapi anak yang malas sekolah. Jika anak berkeras tidak mau sekolah, dekatilah anak dengan lembut dan penuh kasih sayang. Lama kelamaan anak akan mengungkapkan masalah dan alasan mengapa ia enggan masuk sekolah. Sebagai orang tua, bantu anak mengatasi masalahnya secara bertahap.

Saturday, June 11, 2011

Kentut dari Vagina Pasca Melahirkan

Pada banyak kasus, bagi ibu yang baru melahirkan anak pertamanya dan melahirkan secara normal dengan dibantu oleh dokter kandungan atau bidan, setelah masa nifas seringkali sang ibu akan mengalami hal-hal yang tidak pernah dialami ketika sebelum melahirkan yakni seperti, menemukan sisa kotoran BAB pada daerah vagina, atau buang angin melalui vagina tanpa bisa dikontrol. Hal ini tentu saja mengganggu kenyamanan secara psikologis kepada sang ibu, terutama untuk kentut yang tidak bisa di control itu tentu saja akan menimbulkan rasa malu ketika dia sedang bersosialisasi dengan orang lain.

Pertanyannya kemudian adalah:

  1. Apakah kasus ini termasuk malapraktek yang dilakukan oleh dokter atau bidan ketika menangani persalinan sang ibu sehingga sang ibu memiliki efek seperti itu pasca melahirkan?

  2. Langkah apa yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan ‘kebiasaan baru’ ini?


Pada persalinan normal, apalagi untuk persalinan anak pertama, dengan kondisi vagina yang masih kencang dan belum lentur, dinding perineum, yakni dinding vagina antara vagina ke anus biasanya juga masih kencang dan kaku. Sehingga pada proses persalinan akan memperlambat turunnya dan keluarnya kepala bayi. Maka untuk kasus seperti ini memang diambil tindakan menggunting daerah tersebut untuk mempermudah persalinan. Setelah persalinan selesai maka akan dilakukan penjahitan untuk menutup kembali daerah yang digunting tersebut.

Pada prosesnya robekan tersebut bisa melebar. Hal ini terjadi karena desakan kepala bayi atau keluarnya bahu bayi, atau ibu yag mengangkat daerah bokong saat bayi keluar, sehingga daerah yang digunting semula hanya sekitar 1-2 cm, bisa melebar menjadi 3 sampai 4 cm, dan arah robekan bisa ke arah anus atau vagina.nah, kemungkinan untuk kasus ibu yang selalu buang angin melalui vagina tanpa bisa dikontrol itu kemungkinan karena arah robekan yang melebar ini ke arah anus dan kemudian mengenai dinding dan otot di daerah tersebut.

Pada proses penyembuhannya bisa langsung sembuh (primer) atau bisa bermasalah (seperti pada kasus di atas). Jadi, untuk kasus di atas kemungkinan penyembuhan tersebut tidak sembuh secara total, sehingga saat ini ada hubungan antara dinding anus dan dinding vagina, yang memang letaknya berdampingan, sehingga menyebabkan kemungkinan terjadinya kasus di atas.

Hal ini tidak dapat dikategorikan malapraktek, karena ini memang resiko dari tindakan dan proses penyembuhannya. Tapi meskipun begitu, bagi ibu-ibu yang mengalami hal ini nggak usah khawatir, karena kasus ini bisa diperbaiki oleh dokter kandungan. Caranya dengan menjahit ulang daerah tersebut. Konsultasikan saja dengan dokter kandungan di kota Anda. Anda dapat menjalani proses perbaikan kapan saja sesuai dengan kesiapan Anda.
Template by - Abdul Munir - 2008