Saturday, June 11, 2011

Kentut dari Vagina Pasca Melahirkan

Pada banyak kasus, bagi ibu yang baru melahirkan anak pertamanya dan melahirkan secara normal dengan dibantu oleh dokter kandungan atau bidan, setelah masa nifas seringkali sang ibu akan mengalami hal-hal yang tidak pernah dialami ketika sebelum melahirkan yakni seperti, menemukan sisa kotoran BAB pada daerah vagina, atau buang angin melalui vagina tanpa bisa dikontrol. Hal ini tentu saja mengganggu kenyamanan secara psikologis kepada sang ibu, terutama untuk kentut yang tidak bisa di control itu tentu saja akan menimbulkan rasa malu ketika dia sedang bersosialisasi dengan orang lain.

Pertanyannya kemudian adalah:

  1. Apakah kasus ini termasuk malapraktek yang dilakukan oleh dokter atau bidan ketika menangani persalinan sang ibu sehingga sang ibu memiliki efek seperti itu pasca melahirkan?

  2. Langkah apa yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan ‘kebiasaan baru’ ini?


Pada persalinan normal, apalagi untuk persalinan anak pertama, dengan kondisi vagina yang masih kencang dan belum lentur, dinding perineum, yakni dinding vagina antara vagina ke anus biasanya juga masih kencang dan kaku. Sehingga pada proses persalinan akan memperlambat turunnya dan keluarnya kepala bayi. Maka untuk kasus seperti ini memang diambil tindakan menggunting daerah tersebut untuk mempermudah persalinan. Setelah persalinan selesai maka akan dilakukan penjahitan untuk menutup kembali daerah yang digunting tersebut.

Pada prosesnya robekan tersebut bisa melebar. Hal ini terjadi karena desakan kepala bayi atau keluarnya bahu bayi, atau ibu yag mengangkat daerah bokong saat bayi keluar, sehingga daerah yang digunting semula hanya sekitar 1-2 cm, bisa melebar menjadi 3 sampai 4 cm, dan arah robekan bisa ke arah anus atau vagina.nah, kemungkinan untuk kasus ibu yang selalu buang angin melalui vagina tanpa bisa dikontrol itu kemungkinan karena arah robekan yang melebar ini ke arah anus dan kemudian mengenai dinding dan otot di daerah tersebut.

Pada proses penyembuhannya bisa langsung sembuh (primer) atau bisa bermasalah (seperti pada kasus di atas). Jadi, untuk kasus di atas kemungkinan penyembuhan tersebut tidak sembuh secara total, sehingga saat ini ada hubungan antara dinding anus dan dinding vagina, yang memang letaknya berdampingan, sehingga menyebabkan kemungkinan terjadinya kasus di atas.

Hal ini tidak dapat dikategorikan malapraktek, karena ini memang resiko dari tindakan dan proses penyembuhannya. Tapi meskipun begitu, bagi ibu-ibu yang mengalami hal ini nggak usah khawatir, karena kasus ini bisa diperbaiki oleh dokter kandungan. Caranya dengan menjahit ulang daerah tersebut. Konsultasikan saja dengan dokter kandungan di kota Anda. Anda dapat menjalani proses perbaikan kapan saja sesuai dengan kesiapan Anda.

Tuesday, April 12, 2011

4 Manfaat Membedong Bayi

Ibu-ibu jaman dulu membiasakan untuk membedong bayi yang baru lahir. Hal ini dilakukan konon bertujuan agar kaki bayi tersebut tak berbentuk huruf O ketika besar nanti. Padahal, tujuan itu tidak selamanya tepat karena kaki berleter O tidak melulu disebabkan oleh tidak dibedongnya sang anak ketika masih bayi. Lagipula, kaki bayi yang terlihat seperti melengkung ke dalam adalah hal yang wajar terjadi karena pada saat masih dalam kandungan posisi sang bayi meringkuk. Jadi, dibedong atau tidaknya bayi tidak akan berpengaruh sama sekali pada kondisi kakinya ketika besar nanti.

Namun, meskipun bedong bukanlah untuk mencegah kaki bayi agar tidak membentuk hurup O, bukan berarti tak ada manfaat sama sekali dari kebiasaan membedong ini. Di bawah ini beberapa manfaat yang bisa didapat dari kebiasaan membedong bayi.


  1. Mengatasi refleks kejut dan refleks moro
    Refleks kejut dan refleks moro adalah satu refleks tiba-tiba (menggeragap) yang biasa dialami oleh bayi yang baru lahir. Refleks ini biasanya terjadi saat bayi sedang dalam keadaan tidur lelap. Tiba-tiba saja bayi akan menggeragap dan menangais. Hal ini tentu saja akan mengganggu tidurnya. Dan salah satu untuk meredam efek ini adalah dengan membedongnya. Bayi yang tidur dalam keadaan terbedong ketika mengalami refleks kejut biasanya akan tertidur kembali karena bedong membuatnya merasa seperti asedang dipeluk.

  2. Mempermudah ketika menyusui
    Menyusui bayi yang baru lahir adakalanya memerlukan teknik-teknik tersendiri, apalagi jika ibu yang menyusui merupakan pengalaman pertama kalinya. Seringkali, karena keadaan bayi yang terus bergerak makin menyulitkan sang ibu muda untuk menyusui bayinya tersebut. Dengan membedongnya, bayi akan relativ lebih tenang dan membuat proses belajar menyusui ini lebih lancar.

  3. Untuk menenangkan bayi
    Bayi yang sedang kolik biasanya akan sangat rewel dan susah sekali untuk diam. Dengan membedongnya, membuat sang bayi lebih muda untuk dikendalikan dan ditidurkan.

  4. Mengurangi resiko terjadinya SIDS
    SIDS yang merupakan kepanjangan dari Sudden Infant Death Syndrome merupakan keadaan bayi yang meninggal mendadak akibat posisi bayi yang salah dan sebagainya saat tidur. Dengan membedongnya, bayi akan berada dalam posisi yang benar yakni tidur dalam posisi terlentang, yang pada akhirnya mengurangi resiko bayi mengalami SIDS.
Template by - Abdul Munir - 2008